Kapan Teroris Bom Thamrin Dieksekusi Mati? Ini Kata Jaksa Agung

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 17:00 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan saat ini pihaknya belum dapat melakukan eksekusi mati terhadap teroris bom Thamrin Aman Abdurrahman dan teroris bom Kedubes Australia Rois. Sebab, kata dia, keduanya masih melakukan upaya hukum.

"Aman Abdurrahman masih proses upaya hukum. Kita belum bisa lakukan eksekusi kalau upaya hukumnya belum tuntas," ujar Burhanuddin di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).


Burhanuddin menyebut jaksa tidak bisa melakukan eksekusi jika terpidana mati masih mengajukan upaya hukum. Ia menyebut kedua pihak masih melakukan upaya hukum peninjauan kembali (PK).

"Itu masih PK (dua-duanya)," ujarnya.

Diketahui ada dua upaya hukum yang masih dapat dilakukan terpidana mati, yakni peninjauan kembali (PK) maupun grasi. Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin memastikan akan ada eksekusi mati, tetapi dia meminta waktu untuk pelaksanaannya.

"Ada beberapa perkara yang belum inkrah. Pasti kita akan eksekusi," kata Burhanuddin di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (25/10).


Meski begitu, pihaknya meminta diberi waktu untuk menginventarisasi narapidana yang kasusnya sudah inkrah. Jika sudah inkrah, eksekusi mati bisa saja dilakukan bila tak ada upaya hukum lain yang diajukan terpidana mati.

Eksekusi mati terakhir dilakukan Kejaksaan Agung pada 2017. Setelah itu, Kejaksaan Agung sebagai otoritas tunggal pelaksana eksekusi mati tak lagi melaksanakan tugasnya. Daftar terpidana mati pun semakin bertambah panjang.

"Kita mempunyai sebanyak 274 terpidana mati di seluruh Indonesia," kata Kasubdit Pembinaan Kepribadian Ditjen PAS Zainal Arifin.




Cerita Khairul Ghazali Melawan Stigma Negatif Napi Teroris:

[Gambas:Video 20detik]



(yld/gbr)