detikNews
2019/11/18 16:56:17 WIB

Din Syamsuddin dan Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Toleransi

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Din Syamsuddin dan Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Toleransi Foto: Ketua Kehormatan Presidium Inter Religious Center (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin bersama tokoh lintas agama. (Zunita-detikcom)
Jakarta - Ketua Kehormatan Presidium Inter Religious Center (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin bersama tokoh lintas agama menyerukan pesan toleransi. Pesan toleransi itu dibuat untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang diperingati 16 November kemarin.

Pertemuan lintas agama ini digelar di kantor Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), Jalan Warung Jati Timur, Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019). Acara ini dihadiri oleh Pendeta Jacky Manuputty, Pendeta Jimmy Sorbin, Romo Heri Wibowo, Bhikkhu Indamedho, dan juga Wenshi Rudi Gunawijaya yang mewakili umat Konghucu.


Din mengingatkan agar umat antaragama bisa tetap menjaga silaturahmi di tengah-tengah upaya perpecahan. Dia meminta masyarakat mengikuti jalan tengah di masing-masing agama, yang artinya bersikap netral dan menjaga toleransi.

"Alhamdulillah Indonesia dapat kuat yang menjelma dalam bentuk kerukunan. Bahwa ada, kami sebut gejala nyata artinya gejala tapi nggak tentang intoleransi. Oleh karena itu, kita harus hadapi secara bersama-sama dengan pendekatan agama jalan tengah, mengajak kepada anak-anak bangsa yang menampilkan pikiran intoleran bisa kembali ke jalur jalan tengah yang diajarkan agama-agama," kata Din dalam konferensi pers.

"Jadi unsur jalan tengah yang pemahamannya, pengertiannya sama dengan agama lain. Toleransi lebih kepada menerima perbedaan, bahkan dianggap sebagai sunatullah hukum, kemajemukan," imbuhnya.

Din mengatakan dalam Islam ada konsep 'lakum dinukum waliyadin'. Menurutnya, petikan ayat Alquran itu perlu dipahami secara aktif.

"Dalam Islam ada ungkapan 'lakum dinukum waliyadin'. Tapi itu sering dipahami secara pasif, bagimu agamamu, bagiku agamaku. Kalau pemahaman aktif, (maknanya) kalaupun kita beda, namun harus sama-sama kita hargai, kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan,"ujar Din.

Bhikkhu Indamedho juga menambahkan agar masyarakat Buddha di Indonesia terus menjaga toleransi. "Tentu sebagai Agama Budha kita selalu mengingatkan masyarakat toleransi, sehingga menimbulkan keakraban di mana pun berada," kata Bhikkhu.

Sementara itu, Wenshi Rudi Gunawijaya berharap dengan peringatan Hari Toleransi Internasional bisa menumbuhkan kembali sifat toleransi di Indonesia. Dia juga meminta agar kata 'toleransi' tidak hanya menjadi simbol atau slogan saja.

"Toleransi jangan jadi slogan, harus kita wujudkan dengan semua perbuatan kita. Jangan sebagai slogan harus sama-sama kita wujudkan," jelasnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com