KBRI Oslo Jelaskan Progres Aceh

KBRI Oslo Jelaskan Progres Aceh

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2005 22:45 WIB
Den Haag - Apa kabar Aceh? Bagaimana perkembangannya sekarang? Hasbalah M Saad dan Chief Editor Jakarta Post Endy Bayuni diundang ke Norwegia untuk berbicara soal Aceh kini.Saad, mantan Menteri HAM, kini direktur Aceh Cultural Institute (ACI) dan Bayuni akan menjadi pembicara dalam sebuah seminar tentang Aceh (17/11/2005), yang akan dibuka oleh Dirjen Bilateral Kementerian Luar Negeri Norwegia.Siaran pers KBRI Oslo yang diterima detikcom (15/11/2005) siang ini waktu Eropa menyebutkan, selain mereka akan tampil juga Panglima Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Alam di Aceh, Mayor Jenderal Bambang Darmono, dan dosen Antropologi Universitas Syah Kuala, Bukhari Daud.Seminar akan dirangkai dengan pagelaran kebudayaan Aceh di depan publik Norwegia dan Indonesia dengan menampilkan grup kesenian Nurul Iman dari Banda Aceh, yang dikoordinir oleh ACI. Pada kesempatan itu juga akan digelar pameran lukisan anak-anak Aceh pasca bencana tsunami, yang dikoleksi oleh Museum Internasional Anak di Oslo.Agenda diplomasi KBRI Oslo ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahunan Forum on Indonesia (FOI), yang tahun ini mengetengahkan tema The Development of Aceh: A Cultural Perspective, bekerjasama dengan Universitas Oslo dan ACI."Fokus pada pembangunan dan budaya Aceh ini didasarkan pada pertimbangan bahwa setelah hampir setahun tragedi bencana tsunami, Aceh dan Nias banyak mengalami berbagai perkembangan yang menyangkut fisik, keamanan dan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia," bunyi siaran.Disebutkan juga, kesepakatan perdamaian Aceh yang ditandatangani pada 15/8/2005 di Helsinki, merupakan momentum yang oleh masyarakat internasional dipandang dapat membawa pengaruh positif di Aceh dan Indonesia secara keseluruhan.KBRI Oslo berharap, kegiatan tahunan FOI ini dapat meningkatkan pemahaman pemerintah dan bangsa Norwegia terhadap beragam kebudayaan nasional Indonesia. Diharapkan juga agenda tersebut dapat menjadi media untuk menyampaikan secara langsung perkembangan di Aceh pasca bencana tsunami dan penandatanganan perdamaian Helsinki, menuju Indonesia yang damai, harmonis dan kondusif.Sebelumnya ketika Indonesia baru beranjak dari jurang krisis ekonomi (2004), FOI di Oslo menghadirkan Menko Perekonomian Prof. Dorodjatun Kuntjorojakti, Prof. Rohmin Dahuri, Adwin H. Suryohadiprojo, Agus Tjahayana, Rahmat Gobel, Sony Harsono dan beberapa pembicara dari Norwegia, dengan misi menarik investor negeri Skandinavia itu.Sedangkan 2003, FOI mengundang KH Hasjim Muzadi, Agus Widjojo, Bambang Harimurti (Tempo) dan Sobary (LKBN Antara) untuk menjelaskan hasil-hasil reformasi Indonesia di bidang politik. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads