Kata Kapolda Sulsel soal Busur 'Senjata' Bentrok di Makassar

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 15:09 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe/Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe/Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar - Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyebut busur atau anak panah masih menjadi senjata populer yang dipakai saat konflik antarkelompok di Kota Makassar. Guntur menyebut sudah banyak korban berjatuhan dari penggunaan busur saat konflik.

"Ini (busur) sangat-sangat populer dari dulu hingga kini. Masih ada saja barang tersebut dan itu sangat membahayakan. Sudah ada yang meninggal kemarin 1 orang. Kita berharap ke depan busur-busur ini tidak lagi ada di kita ini khususnya Kota Makassar," ujar Guntur dalam sambutannya di acara rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (18/11/2019).

Guntur menyebut penggunaan busur masih menjadi budaya yang tidak bagus, khususnya saat digunakan ketika perkelahian antar kelompok. Menurutnya busur merupakan senjata yang mudah dibuat meskipun tidak yamg menjualnya secara khusus.




"Mari kita sama-sama semuanya untuk menenangkan, meniadakan alat ini untuk dijadikan suatu (senjata) pertengkaran dari kelompok anak-anak kita," paparnya.

Busur juga digunakan dalam penyerangan asrama mahasiswa di Makassar pada Minggu (17/11) dini hari lalu. Diketahui saat itu asrama milik mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jl Kijang, Makassar diserang orang tak dikenal. Korban mahasiswa tertusuk anak panah busur hingga kini masih menjalani perawatan.

"Mereka (penyerang) menggunanakan busur, mereka menggunakan bom molotov, tapi yang mengenai korban pada saat itu adalah yang menggunakan busur karena memang jaraknya jauh," paparnya.




Simak juga video Ratusan Driver Ojol Demo di Makassar, Serukan 'Ojol Bukan Teroris':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/fdn)