Dorong Kesetaraan, Kemensos Akan Gelar Hari Disabilitas Internasional

Dorong Kesetaraan, Kemensos Akan Gelar Hari Disabilitas Internasional

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 11:39 WIB
Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) akan menggelar Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2019 pada tanggal 3 Desember. Acara ini mengusung tema 'Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul'.

"Di tahun 1996 itu ternyata kita diamanatkan untuk melakukan Hari Disabilitas Internasional, setiap tahun secara nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak terhadap problematik penyandang disabilitas, ini bagian dari memperjuangkan tuntutan perlindungan dan pemenuhan hak," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Margowiyono, di Holiday Inn & Suites, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (18/11/2019).

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, Margowiyono mengatakan populasi penyandang disabilitas berat dan sedang di Indonesia sekitar 30 juta orang. Sementara dari Survei Penduduk Antar Sensus (Supas), Margowiyono mengatakan 21 juta orang.


"Populasi penyandang disabilitas yang sampai sekarang itu ada sebenernya 10% dari jumlah penduduk atau 12%, tapi mungkin yang jadi sasaran khusus kita itu tidak semuanya. Ini populasi baik dari Susenas 2018 maupun dari Supas, memang ada perbedaan tapi itu bagian dari kita punya data. Itu ada jumlah disabilitas berat dan sedang 30 juta orang total dari 264 juta, yang Supas itu ada 21 juta orang, jadi hampir 10% kalau kita hitung jumlahnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni Sakaril mengatakan pengusungan tema 'Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul' untuk menyetarakan semua golongan termasuk penyandang disabilitas.

Kemensos akan menggelar Hari Disabilitas Internasional 3 Desember nantiKemensos akan menggelar Hari Disabilitas Internasional 3 Desember nanti (Rolando/detikcom)

"Kenapa tema ini diangkat? Kita memang merindukan Indonesia yang benar-benar inklusif, ada semacam jargon no one life behind, tidak ada satu pun yang ditinggalkan dalam proses pembangunan. Artinya apa? Indonesia ini harus menyetarakan semua pihak, semua golongan, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini mungkin masih tertinggal dan sebagainya," kata Gufroni.

Selanjutnya
Halaman
1 2