Bobol Kartu Kredit Turis Inggris di Bali, WN Mauritania Diciduk Polisi

Bobol Kartu Kredit Turis Inggris di Bali, WN Mauritania Diciduk Polisi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 11:30 WIB
Foto: Tersangka Roughaya Abeidi dan barang bukti (Dok. Istimewa)
Foto: Tersangka Roughaya Abeidi dan barang bukti (Dok. Istimewa)
Denpasar - Roughaya Abeidi (31) ditangkap polisi karena terbukti melakukan pencurian. Warga negara (WN) Mauritania itu menguras kartu kredit milik pelajar asal Inggris Holly Jemima Hartley (22) untuk belanja di Bali.

Peristiwa tersebut terjadi Senin (21/10) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu korban Hartley tengah check in di hostel di kawasan Seminyak, Badung dan menaruh tas gendongnya yang berisi dompet dan kartu-kartu berharga lainnya.

"Saat korban keluar bersama temannya ke pantai tidak lama kemudian korban dibel (dihubungi) oleh ayahnya bahwa informasi dari bank ada transaksi besar melalui credit card sebanyak 13 kali transaksi dengan total 22.765,42 poundsterling atau Rp 414.222.970," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa kepada wartawan, Senin (18/11/2019).


Setelah mendapat kabar tersebut, korban lalu mengecek tasnya dan menyadari kartu kredit beserta SIM Inggrisnya hilang. Korban lalu melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kuta.

"Berbekal print out transaksi bank yang diberikan oleh korban, tim opsnal Polsek Kuta langsung meluncur ke salah satu tempat transaksi, yaitu di Yulia Jewelerry Mall Bali Galeria (MBG), di tempat tersebut oleh saksi diakui memang benar ada transaksi yang dilakukan dua perempuan (diduga 1 WNA, dan 1 WNI) yang dikuatkan dengan rekaman CCTV," jelas Ika.

Dari rekaman tersebut diketahui dua perempuan tersebut belanja ke toko sepatu olahraga, ponsel, perhiasan yang sesuai dengan print out transaksi korban. Dari penyelidikan polisi, kedua perempuan tersebut diketahui tinggal di sebuah villa di kawasan Legian.


"Interogasi awal pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan beberapa transaksi di MBG. Pengakuannya baru satu kali melakukan pencurian dan mendapat kartu kredit itu di pinggir jalan," ujar Ika.

Ika menambahkan satu warga negara Indonesia yang bersama pelaku diperiksa sebagai saksi. Dari tangan Abeidi polisi mengamankan seperangkat emas, sepasang sepatu, satu SIM Inggris, dan nota transaksi dari toko emas dan sepatu. Atas perbuatannya Abeidi dijerat dengan pasal 362 KUHP. (ams/gbr)