Menelusuri Ideologi Islamis Radikal hingga ke Ikhwanul Muslimin

Menyoal Radikal

Menelusuri Ideologi Islamis Radikal hingga ke Ikhwanul Muslimin

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 19:00 WIB
Foto ilustrasi Mesir (Iskandar Zulkarnain/dTraveler)
Foto ilustrasi Mesir (Iskandar Zulkarnain/d'Traveler)
Jakarta - Agama adalah ciptaan Tuhan, namun ideologi adalah bikinan manusia. Ideologi Islamisme radikal dikembangkan oleh manusia biasa, yang pada perkembangannya memengaruhi aksi teror. Ideologi ini bisa ditarik hingga ke organisasi penting Islamisme, yakni Ikhwanul Muslimin dari Mesir.

Penjelasan soal radikalisme Islam dipaparkan oleh profesor bidang Islam dan politik dari Universitas Islam Indonesia, Noorhaidi Hasan, diakses dari situs Kementerian Agama, Minggu (17/11/2019).



Dia memahami, radikalisme tidak selalu berkaitan dengan terorisme, tetapi radikalisme adalah fondasi terjadinya terorisme. Terorisme sendiri bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dan membuat perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Lalu apa itu radikalisme Islam?

"Radikalisme yang berhubungan dengan Islamisme, yaitu paham, wacana dan aktivisme yang bertujuan mengubah sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya yang ada menjadi sistem Islami. Bagi kaum Islamis, Islam dipahami tidak sekadar agama, tetapi juga ideologi politik," kata Noorhaidi dalam paparannya berjudul 'Memahami Radikalisme Islam'.



Pada 1928, berdirilah Ikhwanul Muslimin (IM), tokohnya adalah Hassan Al Banna. Organisasi ini mengalami jatuh bangun di bawah pemerintahan Mesir. Pemberangusan gerakan Ikhwanul Muslimin sejak Perdana Menteri Mesir Muhammad Fahmi Naqrasyi tahun 1948, Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, hingga di masa Presiden Husni Mubarak.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3