Anthrax Menyerang, Harga Daging di Makassar Masih Normal
Selasa, 15 Nov 2005 17:40 WIB
Makassar - Virus anthrax yang menyerang sejumlah ternak di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala, Makassar, membuat pedagang daging was-was. Mereka khawatir konsumen akan menurun. Namun hingga kini harga daging di pasar tradisonal masih tergolong normal. Di pasar sentral Makassar, misalnya, kios penjualan daging yang berada di lantai dasar bangunan Makassar Mall, masih nampak ramai dikunjungi pembeli. Jumlah pembeli tidak berbeda jauh dengan hari biasa. "Tidak ada perubahan. Memang sudah ada ibu-ibu yang bertanya tentang asal daging dari mana. Tapi masih belum terlalu berpengaruh," ujar Hamid, salah seorang pedagang daging. Masih ramainya pembeli di pasar ini membuat harga daging n masih stabil. "Bahkan agak mahal dibanding menjelang Lebaran lalu," tutur Hamid. Hamid menjual dagingnya mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Di Pasar Pabbaeng-baeng, Makassar, situasinya tak berbeda jauh. Para penjual tetap tidak terpengaruh dengan virus anthrax yang merebak. "Itu kan di koran. Lagipula tidak semua sapi dan kerbau itu kena anthrax. Daging di sini kita ambilnya di rumah pemotongan hewan. Kan di sana penjagaan kesehatannya ketat," kata Tahir, salah seorang pedagang daging. Kendati demikian, Tahir juga was-was jikalau harga daging akan merosot tajam kalau anthrax terus merebak. "Kalau anthrax terus berkembang dan semakin banyak hewan yang kena, kami takut juga kalau harga daging menurun," ungkapnya. Di Pasar Terong, Makassar, para pedagang juga mulai sering dipertanyakan oleh para pembeli. "Saya juga heran, banyak orang mulai kurangi daging yang dia beli. Salah satu langganan saya yang penjual coto, yang biasanya beli 20 kilo, kini tinggal 15 kilo. Dia bilang, orang mulai takut anthrax," kata Daeng Aco, pedagang daging di pasar ini. "Dulunya flu burung, orang takut makan ayam. Sekarang anthrax, orang takut makan daging. Jadi kita ini pedagang mau jual apa," keluhnya.
(nrl/)