Lebih dari 12 Jam, Api di Pabrik Pengolahan Karet di Jambi Belum Padam

Lebih dari 12 Jam, Api di Pabrik Pengolahan Karet di Jambi Belum Padam

Ferdi Almunanda - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 10:27 WIB
Kebakaran di pabrik pengolahan karet di Jambi. (Foto: Istimewa)
Kebakaran di pabrik pengolahan karet di Jambi. (Foto: Istimewa)
Jambi - Kebakaran di pabrik pengolahan karet di kawasan Desa Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, hingga pagi ini masih belum dapat dipadamkan. Api sudah berkobar lebih dari 12 jam.

Pabrik pengolahan karet milik PT ABP (Aneka Bumi Pratama) ini terbakar sejak Sabtu (16/11/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Pabrik ini diduga terbakar akibat adanya hubungan pendek arus listrik.

"Masih upaya pemadaman, petugas masih di lapangan untuk memadamkan api, karena yang terbakar ini kan pengolahan karetnya jadi cukup sulit. Kita juga berupaya padamkan api pakai rinso namun api di sebagian lokasi masih belum dapat dipadamkan. Dugaan sementara terbakar karena arus pendek listrik," kata Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Batanghari, Jambi, Amir Hamzah, kepada detikcom, Minggu (17/11).


Kebakaran ini juga membuat petugas mengerahkan sebanyak 4 unit armada pemadam dengan dibantu pihak dari BPBD setempat. Beruntung atas kejadian terbakarnya pabrik ini tidak ada memakan korban jiwa.

"Karena yang terbakar itu tempat bagian pengolahannya. Lalu karyawan pabrik juga pada libur jadi tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Petugas juga hingga pagi ini masih berupaya memadamkan api sebagian lokasi sudah padam, dan sebagiannya masih menyala apinya," ujar Amir.


Sudah hampir 12 jam api ini juga belum dapat dipadamkan keseluruhannya. Beruntung kebakaran ini tidak sampai meluas ke permukiman warga. Hanya, sebagian besar pabrik hangus terbakar. Petugas pemadam juga belum dapat memastikan atas kerugian yang dilanda akibat kejadian itu.

"Kalau terbakarnya masih di area pabrik tidak sampai meluas ke yang lain. Karena api ini masih menyala kerugian belum dapat ditafsirkan, kita masih fokus untuk proses pemadaman dulu," terang Amir.

(fdu/fdu)