Round Up

Larangan Pamer Kemewahan Polisi Jadi Sorotan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 21:36 WIB
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Foto: Rengga Sancaya/detikcom


Indonesia Police Watch (IPW) kemudian mengomentari aturan tersebut. Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai positif aturan tersebut, namun mempertanyakan bagaimana mungkin polisi bisa bergaya hidup mewah.

"Dengan gaji yang ada yang diterima anggota Polri dari negara, baik jajaran bawah maupun jajaran atas, seharusnya mereka tidak bisa hidup mewah. Sebab, jika dilihat dari struktur penggajiannya masih banyak anggota Polri yang gajinya di bawah UMP di Bekasi. Jika gajinya saja masih di bawah UMP bagaimana para anggota polisi itu mau hidup mewah dan pamer kekayaan, terutama di medsos?" katanya.

Neta mengatakan, jika dilihat dari struktur penggajiannya, masih banyak anggota Polri yang gajinya di bawah UMP Bekasi. Menurutnya, dengan fakta tersebut, bagaimana mungkin anggota Polri hidup mewah dan pamer kekayaan, terutama di medsos.

"Tapi faktanya, sangat banyak anggota Polri yang hidup mewah dengan gaya hidup bak selebriti, dengan menggunakan mobil, pakaian, sepatu, arloji yang branded," ujar Neta. Atas kondisi itu, lanjut Neta, patut saja jika publik berpikiran negatif dan menduga hal-hal yang negatif pada anggota Polri.


Neta mengatakan, adanya edaran yang meminta seluruh anggota Polri hidup sederhana ini menunjukkan adanya keresahan di internal Polri terhadap gaya hidup yang tidak wajar dari sebagian besar anggotanya.

"Selain itu, ada rasa malu yang berkembang di internal Polri terhadap sorotan dan kecaman masyarakat terhadap gaya hidup sebagian besar polisi di negeri ini, sehingga untuk menyikapi hal itu Propam Polri perlu mengeluarkan TR gaya hidup sederhana," jelas Neta.

Larangan Pamer Kemewahan Polisi Jadi SorotanNeta S Pane (Ari Saputra/detikcom)

Neta menyebut surat edaran ini sesuatu yang positif. Namun, menurutnya, tidak cukup sampai di situ. Dia meminta Propam Polri berani mendata dan mengungkap siapa-siapa anggota Polri yang bergaya melebihi penghasilannya.

"Sebab, dari pantauan IPW, cukup banyak anggota Polri, terutama para istri jenderal, yang suka pamer kekayaan dengan barang-barang branded yang supermahal. Pertanyaannya, jika TR hidup sederhana itu tidak dipatuhi, apa sanksinya? Beranikah TR itu menindak istri-istri jenderal yang kerap bergaya hidup glamor dengan barang-barang branded berharga supermahal?" ucapnya.

Selain IPW, Kompolnas ikut bersuara. Anggota Kompolnas Poengky Indarti mendukung dan menyebut aturan soal anggota Polri yang memiliki barang mewah juga sudah ada di Peraturan Kapolri Nomor 10 tahun 2017. Dia berharap Propam Polri nantinya berani memeriksa oknum-oknum Polri yang gaya hidupnya tidak sesuai.

"Aturan ini harus dilaksanakan mulai level pimpinan hingga level terbawah. Jika ada yang melanggar, Propam harus memeriksa, jangan-jangan kepemilikan barang mewah atau gaya hidup mewah diperoleh dari cara-cara yang bertentangan dengan hukum," ucapnya.
Halaman

(hri/idh)