Masuk Bandung, Taksi Blue Bird Ditendangi Sopir Taksi Lain

Masuk Bandung, Taksi Blue Bird Ditendangi Sopir Taksi Lain

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2005 16:09 WIB
Bandung - Masuknya taksi Blue Bird ke Bandung seharusnya disambut gambira. Bagaimana tidak, selama ini sopir taksi di Bandung tidak ada yang mengaktifkan argometer. Blue Bird datang dengan tampil beda. Tapi, sopir taksi lain lain di Bandung menentangnya. Bahkan, Senin (14/11/2005) kemarin, ratusan sopir taksi menggelar demo di depan gedung DPRD Kota Bandung. Mereka menolak masuknya Blue Bird. Dalam aksi itu, sejumlah sopir melakukan tindakan di luar batas. Brak bruk! Mereka menendangi pintu bagian kanan mobil sebuah mobil Blue Bird yang saat itu melewati kawasan Balaikota Bandung. Pintu taksi pun penyok. Berutung, pengemudi taksi Blue Bird tidak terluka. Tampaknya, polisi tidak tinggal diam dengan pengursakan taksi Blue Bird ini. Selasa (15/11/2005) sejumlah pelaku pengrusakan masih diperiksa oleh Mapolwiltabes Kota Bandung. Mobil taksi dengan julukan si burung biru itu pun kini jadi barang bukti di Mapolwiltabes Bandung. "Kejadian terjadi di depan Mapolwiltabes jam 10 pagi kemarin saat aksi demo ke Gedung DPRD Kota Bandung. Saat ini kita adakan jaminan keamanan bagi para pengemudi kita. Yang terpenting menghindari dulu. Jangan ada kejadian lagi," ungkap Manajer Blue Bird Bandung, Ajat Sudrajat, Selasa (15/11/2005) saat jumpa pers di sebuah restoran di Jalan Diponegoro, Bandung. Menurut dia, kejadian pengrusakan pada kendaraan Blue Bird ini pertama kali terjadi di Bandung. Ia menyesalkan mengapa aksi demo menentang si burung biru itu sampai diwarnai dengan pengrusakan mobil."Kita ingin mengubah citra taksi di Bandung. Kita inginnya maju sama-sama dengan pengusaha taksi lainnya. Perbaikan itu harus dimulai dari dalam dulu. Mari kita pentingkan pelayanan dan kenyamanan bagi para konsumen taksi di Bandung," ungkapnya. Menurut dia, perusahaan taksi Blue Bird telah mendapatkan izin operasional sejak tanggal 4 Juli 2005. Izin operasional ini dikeluarkan oleh Pemerintahan Kota Bandung dengan jumlah armada 200 unit. Hingga saat ini, Blue Bird baru mengoperasikan kendaraan taksi 50 unit dengan jumlah pengemudi baru 75 orang. Di Bandung, Blue Bird baru menjalankan operasi taksinya pada tanggal 7 November 2005."Permintaan dari warga kota Bandung dan Jakarta tinggi agar Blue Bird masuk di Bandung. Mereka mengeluh soal tidak berlakunya argometer taksi di Bandung. Kita sangat ketat untuk masalah ini. Jika ada laporan taksi kita tanpa argometer sanksinya berat, pengemudi bisa kita PHK," ungkapnya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini