Rekomendasi Rakornas PKS: Perjuangkan SIM Seumur Hidup-RUU Perlindungan Ulama

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 13:11 WIB
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghasilkan beberapa rekomendasi. Salah satunya, mereka memperjuangkan beberapa janji kampanye seperti bebas pajak motor, SIM seumur hidup, sampai RUU Perlindungan Ulama.


"Berkomitmen untuk memperjuangkannya terealisasinya janji-janji politik PKS pada pemilu 2019 yakni, membebaskan pajak sepeda motor ber-cc kecil, SIM berlaku sekali seumur hidup, membebaskan pajak penghasilan untuk masyarakat yang berpenghasilam kurang dari delapan juta rupiah," kata Sekjen PKS Mustafa Kamal, saat membacakan rekomendasi di hadapan peserta rakornas, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11/2019).

"Dan memperjuangkan RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-agama; dan kebijakan publik strategis prioritas lainnya, bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa," lanjut Mustafa.

PKS juga mengukuhkan sikap oposisi terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo. Sikap ini sebagai bentuk menjaga sistem demokrasi.

"Sikap politik ini dilandasi pemikiran bahwa PKS berkomitmen untuk menjaga etika kepantasan dalam berdemokrasi, merawat demokrasi agar tetap sehat dan berjalan di atas rel yang benar dengan memperkuat fungsi check and balance serta menjadi penyambung suara aspirasi rakyat Indonesia," ucap Mustafa.

PKS juga berkomitmen untuk menjaga persatuan Indonesia. PKS menolak gerakan separatisme dan gerakan-gerakan lain yang bertentangan dengan Pancasila.


"Tidak ada tempat bagi separatisme, komunisme, radikalisme, terorisme, dan seluruh ideologi yang bertentangan dengan konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Mustafa.

"Dalam hubungan dengan ini, Partai Keadilan Sejahtera mendeklarasikan Sekolah Cinta Indonesia, yang diperuntukkan bagi anggota Partai dan masyarakat umum terutama generasi muda, yang diselenggarakan di kantor-kantor partai, dari pusat sampai ke daerah," ucap Mustafa. (aik/aan)