AS Yakin Azahari Agen Al Qaeda

AS Yakin Azahari Agen Al Qaeda

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2005 15:36 WIB
Jakarta - Debut Dr Azahari Husin dalam dunia terorisme tidak diragukan lagi. Bahkan Dubes AS Lynn B Pascoe yakin Azahari terlibat dalam jaringan teroris kelas dunia, Al Qaeda, pimpinan Osama bin Laden."Azahari merupakan agen dan bagian dari kelompok jaringan Al Qaeda, karena ia pernah ke Afganistan untuk mendapat pelatihan dari jaringan teroris itu," ungkap Pascoe.Pascoe mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPR dari FPKS Suripto tentang identitas Azahari dalam RDPU dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (15/11/2005).Selain Azahari yang tewas dalam penggerebekan di rumah yang disewanya di Jalan Flamboyan II, Blok A Nomor 7, Perumahan Flamboyan Indah, Batu, Malang, Jatim, pekan lalu, Pascoe menuturkan, pimpinan Ponpes Ngruki, Solo, Abu Bakar Ba'asyir, juga merupakan salah satu orang yang memiliki jaringan kuat dengan Al Qaeda.Menanggapi pertanyaan anggota Komisi I lainnya, Abdillah Toha, mengenai prosedur pengamanan tahanan di AS terhadap Al Farouq sehingga bisa lolos dari penjara AS yang terkenal ketat, Pascoe mengaku tidak tahu penyebab kaburnya Al Farouq dari penjara Bahram."Saya tidak bisa katakan apa-apa karena belum ada jawaban yang lengkap. Hal itu sudah terjadi, tapi sayang, saya belum bisa memberikan jawabannya," kata Pascoe.Standar Ganda NuklirMengenai sikap AS yang melakukan standar ganda terhadap kebijakan internasional, terutama yang menyangkut masalah nuklir, Pascoe membantahnya.Menurut dia, sikap AS itu diambil semata-mata untuk menyumbang pembangunan perdamaian dan keamanan dunia. "Itu semata-mata untuk melarang senjata nuklir agar tercipta perdamaian dunia," katanya.Soal keterlibatan AS dalam pengamanan Selat Malaka, dia mengatakan, semata-mata hanya untuk menjaga selat yang strategis sesuai amanat dunia internasional. Posisi AS dalam hal ini hanya menawarkan untuk membantu menjaga selat itu."Jelas menurut peraturan internasional selat itu harus dijaga oleh negara-negara terkait, karena Selat Malaka strategis dan ramai, negara saya hanya menawarkan bantuan," kata Pascoe. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads