Round-Up

'Mimin' Kaskus Sulit Tidur Gegara 'Dibata' Kasus Penipuan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 08:26 WIB
Pendiri komunitas daring Kaskus, Andrew Darwis (kanan) (Agung Pambudhy/detikcom)
Pendiri komunitas daring Kaskus, Andrew Darwis (kanan) (Agung Pambudhy/detikcom)


Kasus ini berawal dari pinjam-meminjam uang dengan jaminan sertifikat gedung di wilayah Jaksel. Saat itu Titi meminjam uang sebesar Rp 15 miliar kepada DW, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Andrew Darwis. Pinjam-meminjam itu terjadi pada November 2018 dan Titi disebut-sebut hanya menerima uang sebesar Rp 5 miliar. Dalam perjanjiannya, Titi diberi tenggat 13 tahun untuk mengembalikan uang tersebut.

'Mimin' Kaskus Sulit Tidur Gegara 'Dibata' Kasus PenipuanFoto: Titi Sumawijaya (kiri) dan Jack Lapian (kanan) (Samsuduha/detikcom)

Namun, sebulan berikutnya, tepatnya Desember 2018, sertifikat gedung itu berganti nama bukan milik pelapor lagi. Terakhir, pelapor mengetahui sertifikatnya diagunkan ke sebuah bank. Pelapor merasa dirugikan hingga akhirnya melaporkan Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya pada Mei 2019.


Terkait kasus ini, Andrew telah memberi klarifikasi. Dia membantah tudingan-tudingan itu dan menegaskan dirinya tidak terlibat dalam pinjam-meminjam atau pun transaksi jual-beli gedung dengan Titi Sumawijaya Empel. Andrew bahkan menegaskan dirinya tidak kenal dengan Titi.

"Bahwa klien kami tidak mengenal orang bernama Titi Sumawijaya Empel, klien kami baru mengetahui nama tersebut sejak adanya laporan polisi dan orang tersebut tidak pernah meminjam uang kepada klien kami," kata Abraham Srijaya selaku kuasa hukum Andrew dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (17/9/2019).

Abraham mengatakan, kliennya memang mengenal DW--orang yang pertama terlibat pinjam-meminjam uang dengan Titi--sejak pertengahan 2018. Namun dia menegaskan bahwa DW bukan kaki tangan Andrew seperti disebutkan oleh Titi dan Jack Lapian. Dia juga menegaskan Andrew juga tidak mengetahui soal pinjam-meminjam uang dengan Titi.


Atas pelaporan tersebut, Andrew kembali melaporkan balik Titi ke Bareskrim Polri. Laporan dimasukkan dengan terlapor Jack Lapian dan Titi. Selain itu pihaknya juga disebut meminta perlindungan hukum.

"Klien kami telah melakukan pelaporan Polisi pada tanggal 13 November 2019 di Kepolisian republik Indonesia dengan nomor laporan RP/B/097/XI/2019/bareskrim," ujar kuasa hukum Andrew, Aldi Rizki, dalam konferensi pers di Bakoel Coffee, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).
Halaman

(jbr/mae)