detikNews
2019/11/16 07:02:57 WIB

Rencana Jalan Berbayar di Margonda-Kalimalang Dinilai Bisa Urai Kepadatan di DKI

Faiq Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rencana Jalan Berbayar di Margonda-Kalimalang Dinilai Bisa Urai Kepadatan di DKI Foto: Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan (Yulida/detikcom)
Jakarta - Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mendukung langkah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang ingin menerapkan electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar menuju Ibu Kota Jakarta di daerah perbatasan kawasan Jabodetabek pada 2020. Menurutnya, dengan kebijakan itu jumlah kendaraan yang akan memasuki Jakarta bisa dikendalikan.

"Kepadatan transportasi di Jakarta yang bikin macet itu juga bagian besar kendaraan dari sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Bagian yang tadi untuk mengendalikan kendaraan yang masuk ke Jakarta, saya setuju," kata Azas kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019).



Azas mengatakan kebijakan itu menurutnya juga akan bisa mengurai kepadatan di ibu kota. Mengingat kebijakan ganjil genap, menurutnya tak cukup untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Jakarta.

"Enggak membebankan, dalam uu sudah diatur UU nomor 22 tentang lalu lintas, bagian dari pengendalian kendaraan pribadi, regulasi juga sudah ada. Sebetulnya untuk Jakarta bagusnya ganji genap, tapi ganjil genap tidak ada pengecualiaan," jelas dia.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com