Anies Baswedan Bilang 'Poya Mothig Poya Haha', Bahasa Apa Itu?

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 16 Nov 2019 06:14 WIB
Karangan bunga Anies Baswedan untuk Kagama, Poya Mothig Poya Haha. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Karangan bunga Anies Baswedan untuk Kagama, Poya Mothig Poya Haha. (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Istilah dari bahasa walikan Jogja yang populer selain 'dab' antara lain ada 'dagadu', artinya 'matamu'.

Belakangan, ada lagu dangdut hip-hop berjudul 'Kimcil Kepolen' yang dinyanyikan oleh sederet penyanyi, termasuk Via Vallen. Dalam liriknya, ada kata-kata, "Pancene kowe pabu, nuruti ibumu, jare nik ra Ninja ra oleh dicinta (Emang dasar kamu pabu, nurutin ibumu, katanya kalau nggak Ninja nggak boleh dicinta)."

Persis, kata 'pabu' dalam lirik itu adalah bahasa walikan Jogja. 'Pabu' artinya 'anjing', termasuk kata-kata vulgar.

Selain itu, Iwan Fals dulu juga pernah menggunakan nama samaran 'Pitat Haeng'. Nama samaran itu dia gunakan sebagai keterangan pencipta lagu 'Pak Tua' milik grup musik 'Elpamas'. Nama samaran Iwan Fals itu juga menggunakan kaidan bahasa walikan Jogja.



Masih banyak lagi istilah dari bahasa walikan Jogja yang sering digunakan di Jogja, yakni 'japemethe: teman sendiri', 'themon: perempuan', 'hongib: polisi', 'lotse: minum'.

Tentu saja itu diterjemahkan dari bahasa Jawa standar ke bahasa walikan, bukan dari bahasa Indonesia ke bahasa walikan. Begini cara membalik Bahasa Jawa biasa ke bahasa walikan Jogja:
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5