TNI AL Kesulitan Buru Pembunuh Bos PT Asaba

TNI AL Kesulitan Buru Pembunuh Bos PT Asaba

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2005 13:18 WIB
Jakarta - Seminggu setelah kaburnya Kopda Marinir Suud Rusli, TNI AL masih belum mendapatkan gambaran ke mana larinya pembunuh Dirut PT Asaba Budyharto Angsono itu.Hingga kini TNI AL terus memburu Suud yang kabur dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis pada Minggu (6/11/2005) malam lalu.Sampai saat ini belum ada titik terang mengenai keberadaan terpidana mati itu. Begitu juga dengan rekannya, Sanusi, yang lari dari tahanan Lantamal II, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu."Belum ada laporan perkembangan terakhir, Dan Pomal telah perintahkan anggotanya, dan asisten pengamanan untuk mencari jejak yang bersangkutan," kata KSAL Laksamana Slamet Soebijanto kepada wartawan usai menghadiri peringatan HUT ke-60 Marinir di Markas Komando Korps Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2005).Diakui Slamet, pengejaran terhadap Suud dan Sanusi tergolong sulit dilakukan. Hal yang sama diakui Komandan Polisi Militer TNI AL Brigjen Marinir Soenarko.Menurut Soenarko, kesulitan dalam pengejaraan dua buronan itu karena yang bersangkutan telah melarikan diri untuk yang kedua kalinya. Sehingga kemungkinan saat ini Suud lebih berhati-hati dalam pelariannya dan tidak sesembrono saat pertama kali kabur.Saat ini, yang melakukan pengejaran adalah tim gabungan dari PM AL dan Pusat Polisi Militer AD. Dari analisisnya, lanjut Soenarko, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kemungkinan Suud kabur atas bantuan pacarnya yang bernama Ida. Karena sehari setelah kabur, Ida meninggalkan surat untuk pamitan kepada kedua orangtuanya."Mungkin dia kabur bersama Suud. Sama seperti sebelumnya, Ida membantu menyuplai dan pelarian. Tapi saya belum tahu pastinya, karena ini tidak bisa dikarang-karang," kata dia.Yang pasti, lanjut Soenarko, diperkirakan rute pelarian Suud berbeda dengan rute sebelumnya. Suud diduga tidak lagi menggunakan jalur Pantura saat menuju Malang."Mungkin dia tidak mau mengulang kesalahannya lagi. Kita kesulitan karena ia bekas anggota pasukan khusus, jadi sulit memprediksi seperti biasanya. Tapi dengan ikut sertanya Ida, jelas akan mempersulit langkah Suud," ungkap Soenarko.Saat ditanya, apakah jika Suud tertangkap lagi, ia akan ditahan di sel polisi, Soenarko menyangkalnya. "Apa urusannya di polisi. Kita ada tiga RTM. Satu di Cimanggis, satu di Cimahi dan satu di Surabaya. Pokoknya kita akan melakukan ekstra pengamanan agar dia tidak kabur lagi," tegasnya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads