Gubernur Edy Rahmayadi Soal Bom Medan: Penyakitnya Negara yang Akan Maju

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 13:28 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
Jakarta - Aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Medan dinilai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebagai penyakit di negara yang akan maju. Edy pun tak menoleransi tindakan tersebut,

"Ya, penyakitnya negara yang akan maju itu. Tapi itu terjadi bukan hanya di Indonesia dan itu terjadi bukan hanya di Sumut ya," ujar Edy saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).



Edy menegaskan negara tidak akan kalah oleh aksi-aksi teroris. Dia mengatakan aksi bom di Mapolrestabes kemarin bukan bentuk kecolongan karena kepolisian sudah menerapkan SOP penjagaan.

"Kemarin itu memang biasa kantor polisi itu kan tidak seketat kantornya TNI, karena kantor polisi itu-kan melayani rakyat. Sehingga Rakyat ini kan bebas. Nah kebebasan itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Bukan berarti si polisi ini lengah," tuturnya.



Dia menilai markas kepolisian memang harus menerapkan pengamanan ketat namun tetap harus memberikan kebebasan bagi warga. Untuk itu, pihaknya bersama kepolisian akan melakukan evaluasi.



"Orang harus nyaman masuk ke kantor polisi. Ke depan mungkin akan kita perhatikan, kita evaluasi, boleh kebebasan tapi tidak boleh juga melakukan hal-hal yang tidak baik," ucap Edy.

Sebelumnya, ledakan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB. Terduga pelaku diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution.

Rabbial tewas akibat ledakan. Polisi menduga Rabbial merupakan lone wolf alias pelaku yang beraksi sendiri. Dalam insiden ini, 5 personel Polri dan 1 warga terluka.


Simak Video "Diduga Rancang Aksi Teror di Bali, Istri Pelaku Bom Medan Diamankan"

[Gambas:Video 20detik]



(mae/rvk)