Round-Up

Iklan Tak Senonoh Tambah Deretan Kontroversi Bus Zhongtong

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 11:18 WIB
Bus TransJakarta merek Zhongtong. (Wilda/detikcom)
Bus TransJakarta merek Zhongtong. (Wilda/detikcom)
Jakarta - Baru sebulan lalu bus-bus merk Zhongtong kembali mengaspal di Ibu Kota. Sekarang bus-bus asal Republik Rakyat China (RRC) itu harus dikandangkan karena dilanda penayangan video iklan tak senonoh, kasus yang menambah deretan kontroversi bus TransJakarta ini.

Usai vakum, bus-bus Zhongtong kembali beroperasi di Jakarta, terpantau sejak Oktober lalu. Jumlahnya ada 59 bus. Usut punya usut, ini adalah pelaksanaan kontrak yang sudah diteken pada 2013.



Selasa (12/11/2019), bus-bus ini lagi-lagi dilanda kontroversi. Beredar video viral yang menayangkan situasi di dalam bus Zhongtong nomor 732 pada koridor 1 yang dioperasikan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Lewat video viral itu diketahui ada iklan yang tak sopan di televisi dalam bus. Ini pelanggaran!

"Itu bus Zhongtong PPD yang kemarin baru jalanin keputusan BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia) masuk kandang deh sekarang, belum lagi nanti pelanggaran kontrak yang jelas-jelas tertera bahwa pemutaran informasi iklan harus melalui prosedur. Nah ini nggak lewat prosedur sama sekali," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).



Pelanggaran dilakukan oleh PPD selaku operator karena menayangkan iklan tak sesuai prosedur. Konsekuensinya, 59 bus Zhongtong harus berhenti beroperasi. Bus-bus itu kemudian dikandangkan untuk diperiksa dulu. Ternyata, video yang tidak sopan itu berasal dari bawaan bus.

"Untuk memastikan bahwa seluruh konten dalam bus tersebut sudah tidak berfungsi kembali, maka mulai kemarin sore sampai dengan saat ini masih dicek secara bersama-sama baik dari PT Transportasi Jakarta ataupun pihak PPD," tutur Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Pande Putu Yasa, saat dihubungi, Rabu (13/11).

Kasus video tak senonoh itu menambah deretan kontroversi bus Zhongtong. Sebelumnya, bus ini didatangkan Pemprov DKI Jakarta dari China pada 2012. Bus ini menjadi sorotan karena menjadi objek korupsi Udar Pristono yang saat itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Udar dihukum 13 tahun penjara dalam kasus pengadaan bus itu.

Dirut Perum PPD, Pande Patu Yasa, menegaskan bahwa bus Zhongtong yang datang pada 2019 tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi Udar Pristono dulu. Bus tersebut adalah Zhongtong.

"Beda, jangan. Jangan. Jangan dikaitkan dengan yang dulu. Ini pengadaan murni lelang," tegas Putu.



Kontroversi soal kualitas bus Zhongtong juga menjadi sorotan sejak beberapa tahun lalu. Soalnya, bus ini dulu sering dilanda kebakaran. Sebanyak 30 bus Zhongtong pernah setop beroperasi gara-gara insiden kebakaran terjadi lagi dan lagi, pada 2015. Sekarang, pihak PPD selaku operator menyatakan bus-bus Zhongtong tidak pernah terbakar.

"Zhongtong belum pernah terbakar. Jadi jangan men-state bahwa Zhongtong itu terbakar. Tidak pernah yang dioperasikan baik dari operator lain ataupun PPD yang mengoperasikan itu belum pernah terbakar. Jadi sekarang baik-baik saja," kata Pande.



Bus-bus Zhongtong sering terbakar saat era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Merespons peristiwa-peristiwa aneh itu, Ahok kapok mendatangkan kembali Zhongtong. Dia juga heran kenapa ada yang berani sekali mengambil risiko mendatangkan bus itu.

"Lo gila belum pernah denger motor merek Ahok tiba-tiba mau kamu beli. Harganya beda sedikit pula. Nah TransJakarta itu berani tuh beli itu. Nggak jelas. Saya baru denger nama Zhongtong dulu kan, Wei Chai gitu lho. Kenapa nggak beli Mercedes-Benz gitu lho," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/8/2015) silam. (dnu/imk)