Kepercayaan Publik Turun 3%, Wadah Pegawai: Upaya Pelemahan KPK Nyata

Kepercayaan Publik Turun 3%, Wadah Pegawai: Upaya Pelemahan KPK Nyata

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 10:36 WIB
Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - LSI Denny JA menyebut kepercayaan publik kepada KPK menurun sekitar 3,3% usai Pilpres 2019. Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo Harahap, menilai turunnya tingkat kepercayaan itu karena publik merasakan betul adanya upaya pelemahan KPK, seperti munculnya RUU KPK.

"Terkait adanya penurunan kepercayaan sebesar 3% dalam survei terbaru, semakin memperkuat argumentasi bahwa upaya kelemahan KPK melalui revisi UU KPK yang berlaku sejak tanggal 17 Oktober 2019 yang lalu, sangat nyata dipercaya masyarakat 26 poin pelemahan dalam UU No 19 Tahun 2019 benar-benar menjadi momok menakutkan bagi masyarakat," kata Yudi kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

"Survei LSI sebelumnya, KPK dengan prestasinya menangkapi para koruptor mampu mencapai 89% tingkat kepercayaan publik sehingga sangat aneh jika UU KPK direvisi," tambahnya.


Yudi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang masih mempercayai KPK. Dia mengatakan kepercayaan masyarakat ini salah satu bukti isu-isu liar tentang KPK tidak benar dan tidak membuat masyarakat menjauh dan kehilangan kepercayaan.

Dia berharap, dengan hasil survei LSI ini, pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo, segera mengeluarkan Perppu atas RUU KPK. Yudi juga semakin optimistis ketika Jokowi menunjuk Mahfud Md sebagai Menko Polhukam.

"Kami percaya bahwa Presiden akan mengeluarkan Perppu, apalagi dalam pidato beliau di beberapa kesempatan menyampaikan akan mengandalkan KPK dalam memberantas korupsi di negeri ini. Selain itu, rasa optimisme kami, Perppu akan keluar karena sebelumnya Prof Mahfud Md selaku Menko Polhukam juga telah mengundang kembali para tokoh bangsa dan akademisi yang selama konsisten dalam menyuarakan antikorupsi," tutur Yudi.
Selanjutnya
Halaman
1 2