Dana Jaringan Azahari Kempes, Donasi Berkurang

Dana Jaringan Azahari Kempes, Donasi Berkurang

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2005 10:33 WIB
Jakarta - Jaringan Azahari dan Noordin Moh Top tidak sekaya tiga tahun terakhir. Dana mereka kini sudah surut secara signifikan. Intinya, mereka sedang kesulitan keuangan. Donasi yang disalurkan terhadap jaringan mereka berkurang, meski masih ada aliran dana dari luar negeri. Sumber detikcom, Selasa (15/11/2005), menyebutkan polisi telah menemukan dokumen tentang keuangan kelompok Azahari di rumah kontrakan di Flaboyan Indah, Kota Batu, Jawa Timur yang disergap beberapa waktu lalu. Dokumen itu menunjukkan bahwa dana Azahari sedang minim. Karena itulah, keuangan yang minim itu membuat Azahari memutar otak untuk membikin bom dengan ukuran kecil, berbahan murah, tapi daya ledaknya cukup hebat. Di markas Azahari di Kota Batu, polisi menemukan 30 bom yang ditempatkan di kotak plastik yang berukuran kecil. Dalam dokumen itu diketahui bahwa selama ini dana masih mengalir ke kantong jaringan Azahari. Ada juga donasi yang dari luar negeri, meski jumlahnya tidak terlalu banyak. Dana ini dikirimkan ke jaringan Azahari melalui berbagai cara, salah satunya transfer bank. Menanggapi tentang aliran dana ini, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Djoko Susilo meminta perbankan untuk membantu polisi dalam menguak jaringan kekuangan kelompok teroris itu. "Perlu kerja sama yang luas, tidak hanya polisi, tapi perbankan juga ikut memantau aliran keuangan para teroris itu," ungkap Djoko saat dihubungi detikcom. Dengan minimnya dana, Djoko yakin, penangkapan jaringan Azahari ini bisa dilakukan lebih mudah oleh Polri. Bila sampai dananya habis, bisa jadi jaringan ini akan mencari dana dengan melakukan aksi kekerasan dengan cara merampok atau sejenisnya yang pernah juga dilakukan beberapa waktu lalu. "Tapi, kalau mereka sampai merampok, saya kira nanti polisi akan lebih mudah menangkap mereka," ungkap dia. Yang harus diwaspadai polisi saat ini, kata Djoko, adalah seseorang bernama Tedi. Dia inilah yang diketahui memiliki kemampuan merakit bom selain Azahari dan Arman. Bila Tedi belum berhasil ditangkap, bisa jadi teror bom masih akan terjadi. (asy/)


Berita Terkait