detikNews
Rabu 13 November 2019, 17:20 WIB

Menkominfo Dorong Transformasi Sistem Jual-Beli Via Online

Zunita Putri - detikNews
Menkominfo Dorong Transformasi Sistem Jual-Beli Via Online Menkominfo Johnny G Plate (Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Menkominfo Johnny G Plate menyoroti proses jual-beli transaksi pasar yang berlaku di masyarakat. Johnny mengatakan selama lima tahun ke depan Kemenkominfo akan mendorong penjualan online melalui e-commerce atau via online.

"Kominfo mendorong peralihan dari penjualan offline di pasar-pasar menjadi penjualan online melalui platform digital aplikasi, dan melalui pasar-pasar e-commerce di Indonesia. Kami harapkan itu digunakan khususnya bapak-bapak Bupati yang langsung dekatkan dirinya dengan desa dan rakyat agar mulai menggunakan (sistem belanja online)," ujar Johnny dalam pemaparannya di acara Forkopimda di Sentul, Bogor (13/11/2019).


Dia menjelaskan, transformasi transaksi dari offline ke online itu mesti melalui beberapa tahapan. Johnny akan mendorong seluruh pelaku pasar mulai dari nelayan hingga petani agar berjualan dengan sistem online.

"Dalam produk-produk usaha kecil, UMKM, petani, nelayan, dan peternak bisa dihubungkan dengan marketplace dengan pasar-pasar, baik di kota maupun internasional. Jangan sampai pasar domestik kita didominasi oleh produk UMKM, nelayan, oleh bangsa lain," katanya.

Untuk mendorong program penjualan online ini dia menyebut akan membangun akses internet hingga desa terpencil. Pada 2020 nanti, Johnny menargetkan 12 ribu lokasi bakal mendapat akses internet.

"Satelit multifungsi akan berfungsi 2024. Telah dibangun dan beroperasi sebanyak fix broadband untuk desa dan orang 11.238. Fix broadband 11.238 desa dan kelurahan, kecamatan 2.562 kabupaten dan kota," jelasnya.


"(Sebanyak) 409 fix broadband juga ada. Jaringan broadband 2018 aja 2G, 4G, 3G, desa kelurahan sudah jangkau 74 ribu desa. 4G-nya sudah jangkau 68.537 desa, 5.954 kecamatan 3G dan 2G jadi diharapkan dapat digunakan dengan baik," imbuhnya.

Johnny mengatakan penambahan akses internet ini akan terus dilakukan hingga 2035. Saat ini, kata Johnny setidaknya Indonesia membutuhkan 113 juta digital talent, namun saat ini pemerintah baru menyediakan 104 juta digital talent, yang artinya kurang sekitar 9 juta digital talent.

"Ini persoalan besar agar industri bisa digunakan, baik kami harap partisipasi komponen masyarakat. Kami harapkan partisipasi masyarakat dan Gubernur, Wali Kota, Bupati untuk ajak masyarakat ambil bagian," pungkasnya.


(zap/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com