detikNews
Rabu 13 November 2019, 14:51 WIB

Atlet Rugbi Klaim Bayar 'Uang Damai' AUD 30 Ribu, Ini Kata Pengacara

Aditya Mardiastuti - detikNews
Atlet Rugbi Klaim Bayar Uang Damai AUD 30 Ribu, Ini Kata Pengacara Fifita (tengah) bersama manajer dan korban Dani Irawan (baju kuning). (dok. Istimewa)
Badung - Atlet rugbi Australia, David Tuiono Fifita (19), disebut harus membayar 'uang damai' untuk kebebasannya dari tahanan di Bali senilai AUD 30 ribu.

Uang ini disebut tiga kali lebih banyak dibandingkan uang damai yang biasanya dibayarkan. Pihak pengacara Fifita angkat bicara soal tudingan uang ini.

Informasi tersebut ramai diberitakan di sejumlah media Australia, seperti Sidney Morning Herald, dan 7news hari ini. Masing-masing memberitakan nilai kompensasi yang berbeda. Sidney Morning Herald menulis AUD 30 ribu sebagai uang damai yang dinilai lebih mahal tiga kali lipat dari ongkos yang biasanya, sedangkan 7news menulis uang senilai AUD 50 ribu ditransfer dua kali untuk petugas di Bali.

Pengacara Fifita, Muhammad Rifan, menyebut berita itu tidak benar. Rifan menegaskan uang yang dibayarkan Fifita hanya untuk biaya jasa pengacara, bukan disetor ke polisi ataupun untuk korban.

"David merupakan satu dari ribuan klien kami yang tetap kami perlakukan sama. Kasus ini masalah sepele untuk ditangani tapi reputasi atau karena dia bintang di Australia menjadi terlihat lebih besar, di bahasa kami menyebut ini 'rasa bintang lima tapi bayar kaki lima'. Kami tidak men-charge banyak ke klien kami, karena ini kasus sepele, kami tidak tahu David, dan kami tidak tahu latar belakangnya dia," kata Rifan saat jumpa pers di Firma Hukum Austrindo, Jl Raya Kuta, Badung, Bali, Rabu (13/11/2019).

Rifan mengaku baru mendapat transfer uang jasa pengacara dari Fifita pada Rabu (13/11) pagi ini. Dia pun membantah ada uang yang disetorkan ke polisi ataupun korban sebagai uang kompensasi.

"AUD 50 ribu tidak benar, dua kali transfer saya tidak tahu informasi dari mana. AUD 30 ribu bahkan buat kami ini bagian dari charity karena di bawah standar charge kami. Uang baru kami dapat kali ini pukul 10 pagi transferan baru saja masuk," tukasnya.

"Tapi dari kami tidak pernah memberi uang ke korban maupun ke polisi. Korban juga tidak dapat kompensasi, kami hanya meminta maaf atas kondisinya, dan dia benar-benar memaklumi, dan menyelesaikan kasus ini," jelas Rifan.

Rifan pun akhirnya buka-bukaan soal biaya jasa pengacara yang dia kenakan untuk Fifita. Dia menyebut upah yang dikenakan ke Fifita itu jauh lebih murah daripada standar yang biasa dia kenakan.

"AUD 30 ribu itu sangat murah karena itu jauh di bawah standar kami karena melihat David ini potensial (karirnya) sukses dan seharusnya tidak memiliki catatan kriminal di Bali sehingga kita menurunkan standar fee kita. Dari lawyer fee ini menurunkan 2-3 kali lipat dari standar. Pertimbangan kami yakni orang ini punya potensi, prestasi, dan kejadian tersebut bukan kejadian berat tidak ada yang terluka parah, dan itu juga bukan diklasifikasikan tindak pidana pemukulan," ungkapnya.

"Kami hanya melakukan charge untuk lawyer fee, operasional tidak kami charge, sampai pajak pun kami menanggung. Jadi di Austrindo klien wajib bayar pajak 10% ketentuannya dari RI, tapi kami berbesar hati pajak kami yang tanggung," sambung Rifan.

Dia menegaskan uang sebesar AUD 30 ribu yang diterimanya berasal dari rekening pribadi Fifita. Dia menegaskan tidak menerima pembayaran dari pihak lain, baik dari pemerintah Australia maupun dari klub Bronchos.

"Ini pembayaran dari klien saya, bukan dari Bronchos atau yang lainnya, kami tidak pernah mendapat pembayaran dari Bronchos atau yang lainnya hanya dari David," terangnya.

Rifan pun menyesalkan berita yang beredar. Dia juga bakal melacak apakah ada karyawannya yang membocorkan rahasia soal biaya jasa ini ke jurnalis.

"Saya akan memastikan siapa dari kalian yang membayar pengacara saya, tapi siapa yang jualan informasi untuk berita, ini rahasia, akan saya pecat. Dia tidak hanya dapat sanksi dari kantor saya, tapi juga asosiasi pengacara," tegasnya.

Sebelumnya, atlet rugbi ini terlibat kasus pemukulan ke sekuriti di kelab malam Seminyak, Dani Irawan (33), pada Sabtu (9/11) pukul 01.50 Wita. Setelah berdamai dengan Irawan pada Minggu (10/11), polisi akhirnya membebaskan Fifita dari tuduhan penganiayaan.

"Intinya, sudah bebas ya dan tidak diproses peradilan lagi karena sudah melalui restorative justice. Korban juga sudah tidak mempermasalahkan," jelas Kanit Reskrim Polsek Kuta I Putu Ika, Senin (11/11).
(ams/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com