detikNews
Rabu 13 November 2019, 14:10 WIB

Sidang Kasus Suap Romahurmuziy

Hakim Cecar Saksi soal Siapa Bayar Kamar Hotel Rommy Saat OTT

Faiq Hidayat - detikNews
Hakim Cecar Saksi soal Siapa Bayar Kamar Hotel Rommy Saat OTT Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Pada Maret 2019, Romahurmuziy alias Rommy ditangkap KPK saat berada di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Saat itu rupanya kamar hotel yang ditempati mantan Ketua Umum PPP itu dibayar bukan dari kantong pribadinya.

Mantan Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Markus Firdaus, mengungkapkan tentang hal itu. Dia menyebut salah satu anak buahnya bernama Mufli yang rupanya memesankan dan membayarkan kamar itu untuk Rommy atas perintah Haris Hasanudin selaku Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur saat itu.

Hal itu diungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan ketua majelis hakim Fahzal Hendri. Berikut isinya:

Dapat saya jelaskan awalnya tidak mengetahui sama sekali terkait dengan kedatangan Romahurmuziy ke Surabaya pada 14 Maret 2019, saya mengetahui ketika dilakukan OTT oleh KPK. Sebelumnya staf saya bernama Mufli pernah melaporkan kepada saya bahwa Mufli diminta pimpinan Haris Hasanudin menyiapkan akomodasi kedatangan tamu, namun tidak disebutkan siapa tamu dimaksud. Setelah Mufli menerima surat panggilan KPK, saudara Mufli menyampaikan kepada saya bahwa ketika itu yang memesan dan membayar kamar saudara Romahurmuziy dengan total Rp 12 juta, saudara Mufli mengatakan uang tersebut akan diganti Muafaq




"Benar?" tanya hakim pada Markus usai membacakan isi BAP itu dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Markus yang duduk di kursi saksi mengamini BAP yang dibacakan itu. Muafaq yang disebut dalam BAP itu adalah Muafaq Wirahadi yang juga didakwa KPK bersama-sama Haris Hasanudin menyuap Rommy untuk mendapatkan jabatan sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Namun saat ini jabatan itu dipegang oleh Markus.

Kembali pada kesaksian Markus. Dia mengaku tidak tahu soal perintah Haris ke Mufli tersebut. Pun soal pengumpulan uang untuk Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama saat itu, Markus tidak mengetahuinya.

"Tidak tahu (ada pengumpulan uang)," ucap Markus.

Dalam perkara ini Rommy didakwa menerima suap dari Haris dan Muafaq. Haris diduga menyuap Rommy sebesar Rp 325 juta, sedangkan Muafaq sebesar Rp 91,4 juta. Pemberian suap itu disebut jaksa dilakukan Rommy bersama-sama dengan Lukman. Baik Haris maupun Muafaq telah divonis bersalah sebelumnya.
(fai/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com