Mahfud Md Heran Nyinyiran soal Aparat 'Langgar HAM' dan 'Kecolongan'

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 13:03 WIB
Mahfud Md (Usman Hadi/detikcom)
Mahfud Md (Usman Hadi/detikcom)
Bogor - Menko Polhukam Mahfud Md heran atas nyinyiran soal aparat 'langgar HAM' dalam menindak pelaku teror. Jika pemerintah tidak bertindak, Mahfud menyebut ada lagi nyinyiran 'kecolongan'.

"Begini loh, kepada masyarakat juga jangan selalu nyinyir. Pemerintah bertindak disebut melanggar HAM, pemerintah nggak bertindak disebut kecolongan. Begitu saja. Kita sama-sama dewasa menjaga negara ini," kata Mahfud di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11/2019).


Mahfud mengatakan orang nyinyir tersebut, jika sebelum terjadi peledakan bom, mengaku hanya memberikan usul. Sedangkan jika sudah terjadi, orang tersebut tidak ikut bertanggung jawab.

"Orang yang suka nyinyir itu kalau mengkritik, kalau terjadi sesuatu hanya, 'loh saya kan cuma usul'. Sudah terjadi, dia tak mau tanggung jawab," ujar Mahfud.


Mahfud pun meminta masyarakat tidak selalu menyudutkan pemerintah dalam mengambil tindakan setiap aksi teror. Mahfud mengatakan masyarakat bisa menunggu benar atau tidaknya penindakan aparat lewat proses pengadilan.

"Oleh sebab itu, jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan. Dikontrol saja secara proporsional. Benar atau tidak, kan nanti ada proses hukum di pengadilan yang membuktikan aparat salah atau tidak," imbuhnya.

Ledakan di Polrestabes Medan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan ini diduga berasal dari bom bunuh diri. Pelaku bom bunuh diri diduga mengenakan atribut ojek online. Pelaku tewas di lokasi.




Gojek Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Medan:

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)