Mahfud Tolak Istilah 'Kecolongan' Bom Medan: Teroris Itu Selalu Nyolong

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 12:54 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (Rolando/detikcom)
Menko Polhukam Mahfud Md (Rolando/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menolak istilah 'kecolongan' terkait bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan. Mahfud mengatakan teroris memang selalu nyolong dalam setiap aksinya.

"Nggaklah (kecolongan). Memang teroris itu selalu nyolong. Ya ndak apa-apa. Istilah 'kecolongan' lalu dipolitisir lagi. Pokoknya ditindak gitu saja nanti," kata Mahfud di SICC, Bogor, Rabu (13/11/2019).

Mahfud menyerahkan penelusuran jaringan teroris bom Polrestabes Medan ke intelijen.

Mahfud juga membantah pihak berwenang tidak memperhatikan gerak-gerik teroris. Dia meminta masyarakat mempercayakan penanganan terhadap teroris.

"Begini loh, kepada masyarakat juga jangan selalu nyinyir. Pemerintah bertindak disebut melanggar HAM, pemerintah nggak bertindak disebut kecolongan. Begitu saja. Kita sama-sama dewasa menjaga negara ini," imbuhnya.

Ledakan di Polrestabes Medan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan ini diduga berasal dari bom bunuh diri. Pelaku bom bunuh diri diduga mengenakan atribut ojek online. Pelaku tewas di lokasi.




Polri Beberkan Kronologi Bom Bunuh Diri Medan:

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/fdn)