Seskab Pramono Pastikan Jokowi Sudah Putuskan Jampidum

Seskab Pramono Pastikan Jokowi Sudah Putuskan Jampidum

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 11:52 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR RI. (M Zhacky/detikcom)
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPR RI. (M Zhacky/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi II DPR RI. Dalam raker, Pramono mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menentukan nama-nama yang akan menjabat jaksa agung muda (JAM).

Pramono awalnya menjelaskan tugas-tugas Seskab. Dia menyebut Seskab juga memiliki tugas sebagai sekretaris tim penilai akhir untuk pimpinan BUMN.

"Seskab juga menjadi sekretaris tim penilai akhir untuk penentuan jabatan pimpinan, direktur atau direktur utama, komisaris di BUMN," kata Pramono dalam raker di ruang rapat Komisi II, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Selain mengenai pimpinan BUMN, Pramono menyebut, Seskab masuk dalam tim penilai akhir untuk posisi sekretaris daerah (sekda).

"Termasuk 34 sekda itu diputuskan melalui tim penilai akhir," jelasnya.

Saat inilah Pramono mengungkapkan Jokowi sudah menentukan nama-nama yang akan menjabat sebagai JAM. Politikus PDIP itu mengatakan Jokowi telah menentukan nama-nama yang akan mengisi jabatan kosong di Kejaksaan Agung.

"Kemarin, kami baru saja memutuskan 24 jabatan. Di antara 24 jabatan itu, ada 6 jabatan sangat strategis bagi DPR, misalnya Jampidum, Jamdatun, dan JAM-JAM lainnya. Tetapi sampai hari ini, pasti kalau saya ditanya wartawan bilang tidak tahu, padahal tahu," ujar Pramono.

Diberitakan sebelumnya, saat ini ada tiga jabatan jaksa agung muda (JAM) dari total enam posisi yang kosong. Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengaku tengah menunggu keputusan Jokowi untuk mengisi kekosongan tersebut.

"Untuk plt (pelaksana tugas), satu hari saya masuk kerja setelah dilantik sudah saya tanda tangani plt untuk diajukan, tapi saya tidak akan menyebutkan siapa," kata Burhanuddin di gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (7/11). (zak/fdn)