Jokowi Sindir Kebiasaan Kunker Pejabat: Setop! Saya Ngerti Ada Apanya

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 11:36 WIB
Presiden Jokowi (Andhika Prasetya/detikcom)
Presiden Jokowi (Andhika Prasetya/detikcom)


Jokowi mengatakan terlalu banyaknya aturan malah menghambat kinerja pemerintah. Akibatnya, menurut Jokowi, pemerintah menjadi lamban dalam merespons perubahan.

"Semua diatur malah kita terjerat sendiri. Hati-hati. Setop itu sudah dikit-dikit diatur. Dikit-dikit diatur akhirnya kecepatan dalam bergerak, memutuskan terhadap perubahan-perubahan yang ada menjadi tidak cepat. Padahal negara sebesar apa pun penginnya fleksibel, cepat merespons semua perubahan," ujar Jokowi.

"Saya tahu buat perda pasti ada kunker, ada studi banding, saya ngerti. Saya ngerti tapi setop! Dan di kunker ada apanya saya ngerti dan di studi banding ada apanya saya ngerti. Saya orang lapangan, saya ngerti, setop!" imbuh Jokowi.



Untuk itu, Jokowi akan memerintahkan jajaran menterinya membuat landasan hukum jelas atas arahannya itu. Dia meminta pemerintah dari pusat hingga daerah fleksibel dalam birokrasi.

"Saya mau buat aturan itu juga, menteri mau buat permen (peraturan menteri) 1 boleh tapi ilang 10, bukan 2, tapi saya masih hitung-hitung biar permen-permen itu hilang. Kebanyakan peraturan pusing sendiri. Fleksibilitas paling penting. Kecepatan paling penting, semua negara kan menuju ke situ. Siapa yang lebih cepat dia yang menang," kata Jokowi.

Halaman

(fdu/dhn)