HRS Diminta Urus 'Cekal' ke Saudi, Pengacara: Kok Logikanya Dibalik?

HRS Diminta Urus 'Cekal' ke Saudi, Pengacara: Kok Logikanya Dibalik?

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 07:54 WIB
Habib Rizieq Syihab (Agung Pambudhy/detikcom)
Habib Rizieq Syihab (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md meminta Habib Rizieq Syihab (HRS) untuk mengurus persoalan 'cekal' ke pemerintah Arab Saudi. Pengacara HRS, Sugito Atmo Prawiro, menilai pernyataan tersebut sebagai pelepasan tanggung jawab.

"Kok logikanya jadi dibalik? Logikanya, kalau HRS merugikan Arab Saudi, tinggal dipulangkan ke Indonesia. Dia kan WNI yang dicekal Saudi. Kan lucu. Pencekalan itu kan harusnya diberikan kepada warga Saudi. Jadi saya menduganya dilemparkan ke sana-sini sehingga tak ada yang bertanggung jawab," kata Sugito saat dihubungi, Selasa (12/11/2019) malam.

Sugito mengaku yakin permohonan cekal terhadap HRS datang dari Indonesia. Dia menduga pihak yang mengajukan cekal adalah institusi yang ada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam.


"Saya yakin itu ada surat resmi dari pemerintah Indonesia. Cuma yang mengeluarkan siapa, saya tidak tahu. Tapi saya yakin ada. Karena bahasanya itu ketika HRS diproses di sana ketika awal dia ada di Saudi maupun saat kasus bendera tauhid, bahwa ada persoalan di Indonesia. Jadi bukan pertanyaan di Saudi tapi mengenai sepak terjang beliau di Indonesia. Dia dapat bahan dari mana kalau bukan dari Indonesia?" bebernya.

"Kalau saya meyakini, ini di bawah Kemenko Polhukam," sambung dia.

Menurutnya, Mahfud bisa saja bertanya kepada pihak Saudi soal institusi yang mengajukan permohonan cekal terhadap HRS. Dia yakin pemerintah Saudi tak mungkin mencekal HRS.

Sebab, jika keberadaan HRS membahayakan keamanan Saudi maka bisa saja Imam Besar FPI itu dideportasi. Dia menduga alasan keamanan sehingga HRS dicekal yakni terkait kondisi di Indonesia.


"Yang terjadi sekarang, kalau misalnya HRS membahayakan Saudi, apa untungnya dicekal? Dipulangkan saja. Kalau alasan keamanan, keamanan siapa? Saudi atau Indonesia? Kalau membahayakan keamanan Saudi, ya ngapain ditahan-tahan di Saudi? Dideportasi saja ke Indonesia," ujar dia.



Dirjen Imigrasi Angkat Bicara soal Isu Pencekalan Habib Rizieq:


Selanjutnya
Halaman
1 2