Cerita Penjual Tiket Bertemu Tuhan di Sulawesi dengan Bayaran

Round-Up

Cerita Penjual Tiket Bertemu Tuhan di Sulawesi dengan Bayaran

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 06:59 WIB
Foto: Ketua MUI Mamuju KH Namru Asdar (Abdy-detikcom)
Foto: Ketua MUI Mamuju KH Namru Asdar (Abdy-detikcom)
Mamuju - Aliran atau ajaran kepercayaan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bikin geger. Ajaran itu menjanjikan bertemu menatap Tuhan hingga menjual kartu surga namun syaratnya harus ada bayaran.

Pihak MUI di Sulbar telah menerima sejumlah aduan tertulis dari warga, yang merasa resah oleh aktivitas kajian aliran atau ajaran ini. Para warga yang melapor karena dianggap menyimpang dari ajaran agama.

"Beberapa waktu lalu ada laporan dari masyarakat kepada kami selaku MUI, khususnya dari tokoh masyarakat di Desa Karampuang, melaporkan kepada kami secara tertulis berkaitan dengan adanya kelompok-kelompok, semacam pengajian, yang dilakukan dari rumah ke rumah, di mana isi dari ajaran atau paham yang disampaikan banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam," ujar Ketua MUI Mamuju, KH Namru Asdar, saat diwawancara di kantornya, Selasa (12/11/2019).



Namru mengatakan, berdasarkan laporan, ajaran ini tak mewajibkan menyebut nama Allah dalam pelaksanaan salat. Selain itu, ajaran atau aliran ini melarang mandi wajib karena air mani dianggap suci.

Namru juga menjelaskan, berdasarkan laporan, pengikut aliran ini diwajibkan membayar sejumlah uang dengan nilai bervariasi Rp 300-700 ribu apabila hendak melihat Tuhan.




Waspada Ajaran Sesat di Mamuju, Janjikan Bisa Melihat Tuhan Asal Bayar!:


Selanjutnya
Halaman
1 2