Round-Up

Sengkarut Cerita Wiranto Tagih Piutang Dolar Singapura Basi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 06:47 WIB
DOK.detikcom/Wiranto/Foto: Grandyos Zafna
DOK.detikcom/Wiranto/Foto: Grandyos Zafna


Aturan bea cukai Singapura, setiap orang yang masuk Singapura hanya dibolehkan membawa uang cash Singapura sebesar SGD 38 ribu (4 lembar uang puluhan ribu).

"Setiap dua minggu sekali saya masuk Singapura membawa uang 4 lembar lembar untuk ditukar di pasar Singapura. (dengan potongan 15-30 persen). Saya memerlukan banyak waktu untuk menukarkan menjadi 231 lembar kurang lebih 100 minggu (2 tahun)," jelasnya.

Menurut Bambang, uang itu dititipkan Wiranto pada November 2009. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menukarkannya karena uang dalam pecahan SGD 10 ribu. Pada 2012 hingga 2014, uang itu diinvestasikan di trading batu bara.

"Tahun 2014 bisnis trading batu bara merugi. Tahun 2015 awal Pak Wiranto meminta agar uang titipan dikembalikan karena beliau tidak mau tanggung jawab atas kerugian investasi," ujar Bambang lewat kuasa hukumnya, Durapati Sinulingga.




Bambang kemudian mengembalikan uang Wiranto. Tahap pertama sebesar USD 500 ribu (sekitar Rp 675 ribu) ditransfer melalui Bank BNI cabang Gambir sehingga uang titipan Wiranto sudah berkurang menjadi SGD 1.233.500 atau setara Rp 12 miliar.

"Saya punya bukti transfer lewat Bank BNI cabang Gambir dan saksi," kata Bambang.

Menurut Bambang, di dalam perjanjian tidak ada batas waktu dan denda mengenai keterlambatan pengembalian. Bambang mengakui masih ada titipan yang belum dikembalikan karena usaha Bambang mengalami kesulitan keuangan.
Halaman

(fdn/fdn)