Kamp Mujahid Itu Kini Melompong
Selasa, 15 Nov 2005 07:19 WIB
Ambon - Dulu tempat ini selalu ramai oleh puluhan bahkan ratusan orang yang berlatih militer. Layaknya sebuah barak tentara, kegiatan kemiliteran mulai selalu terlihat setiap hari. Namun kini yang tersisa hanya lah bekas reruntuhan rumah yang terbuat dari papan-papan kayu.Inilah kondisi sarang atau lokasi pelatihan Laskar Mujahidin di Dusun Olas Gunung Kecamatan Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) saat ini. Tak satu pun barang yang ditemukan di lokasi itu.Penelusuran detikcom ke lokasi latihan, hanya terdapat bekas-bekas reruntuhan rumah yang terbuat dari kayu papan yang letaknya tak jauh dari sungai kecil. Oleh warga Dusun Olas Gunung sungai ini diberi nama air surga. "Dulu ada sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat menginap anggota Mujahidin. Rumahnya terbuat dari papan dan beratapkan daun rumbia. Kalau kali (sungai kecil) itu dijadikan sebagai tempat mandi dan sumber air minum," tutur La Halil (25), warga Olas Gunung saat mengantar detikcom menuju lokasi tersebut. Lokasi yang berjarak sekitar 5 kilometer dari arah pemukiman penduduk, dulunya ditempati warga Buton Shiompo. "Dulu ada sekitar 20 sampai 25 kepala keluarga yang tinggal. Sekarang semua sudah pindah ke Dusun Olas Pantai," ujarnya lagi.Lokasi latihan Mujahidin ini dikelilingi ratusan pepohonan cengkih milik warga dusun Olas selain perkebunan rempah-rempah lainnya. Jalanan menuju lokasi latihan walaupun hanya jalanan setapak namun tidak terlalu sulit untuk dilewati. Sepanjang jalan, pemandangan pepohonan cengkih dan perkebunan milik warga ditemui di kiri dan kanan jalan. Kepala Dusun Olas Pantai, La Naini, yang ditemui detikcom enggan berkomentar banyak. "Maaf Pak, saya tak tahu apa-apa," ujarnya menjawab pertanyaan detikcom.Sebelumnya, pihak Kepolisian Resort Seram Bagian Barat (SBB) dibantu Brimob BKO dari Kelapa Dua sempat melakukan penyisiran di lokasi ini. Namun tak satu pun barang atau pengikut Mujahidin yang ditangkap.Kapolres Persiapan SBB Kompol Endro Prasetyo kepada detikcom mengungkapkan, di lokasi latihan tersebut, seringkali terdengar suara tembakan. "Menurut laporan warga setempat maupun di sekitar Dusun Olas, sering terdengar letusan senjata api dari kejauhan yang diperkirakan berasal dari lokasi latihan itu," ujarnya.Sementara itu, informasi warga kepada detikcom, akhir Oktober lalu, ratusan personel Brimob BKO melakukan pengejaran terhadap para laskar Mujahidin di sepanjang Gunung Naga hingga Gunung Lidah Anjing dusun Katapang desa Loki Kecamatan Piru Kabupaten SBB. "Brimob pernah melakukan pengejaran. Saya kebetulan diminta mengantar personil Brimob, hanya separuh jalan. Pengejaran itu dilakukan selama dua hari dua malam. Hanya mereka tidak menemukan apa-apa," ungkap tokoh masyarakat Dusun Katapang, Tahir Silouw kepada detikcom.
(mar/)











































