Hengkang dari PKS, Wagub Hadi Mulyadi Pimpin Partai Gelora Kaltim

Hengkang dari PKS, Wagub Hadi Mulyadi Pimpin Partai Gelora Kaltim

Yovanda - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 15:58 WIB
Ketum Partai Gelora Anis Matta dan Hadi Mulyadi (kedua dari kiri) (Foto: Dok. Istimewa)
Ketum Partai Gelora Anis Matta dan Hadi Mulyadi (kedua dari kiri) (Foto: Dok. Istimewa)
Samarinda - Hadi Mulyadi menjadi Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia wilayah Kalimantan Timur. Hadi, yang juga Wagub Kaltim, hengkang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hadi mengatakan Ketum Gelora Anis Matta dan Waketum Fahri Hamzah mempercayakan kepemimpinan Gelora Kaltim kepada dirinya.

"PKS sudah tidak menggunakan saya lagi. Ketika ditawari untuk memimpin Partai Gelora saya terima. Karena saya ingin terus mengabdi untuk Kaltim," kata Hadi saat dihubungi, Selasa (12/11/2019).




Hadi dilantik langsung oleh Anis Matta pada Sabtu (9/11) setelah penandatanganan akta pembentukan Partai Gelora. Kepengurusan Partai Gelora menurutnya akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM pada awal Januari 2020.

"Saya akan membesarkan Partai Gelora Indonesia sebagaimana saya membesarkan PKS selama 20 tahun. Sekarang baru persiapan memenuhi kelengkapan fisik dan administrasi," jelasnya.

Bagi Hadi, Gelora punya pemikiran baru sebagai partai yang tidak terpolarisasi.

"Ini yang membedakan dengan PKS, karena Partai Gelora adalah partai nasionalis. Jadi tidak membeda-bedakan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Gelora akan dideklarasikan pada Januari 2020. Deklarasi akan dilakukan jika Gelora sudah dinyatakan boleh mengikuti pemilu.

Gelora saat ini tengah mempersiapkan dokumen kepartaian di Kementerian Hukum dan HAM yang diharapkan selesai pada Januari 2020.

"Asasnya adalah Pancasila, jati dirinya tetap Islam. Tapi kita ingin menghentikan seluruh perdebatan tentang polarisasi Islam dan nasionalis. Jadi kalau menanyakan apakah ini partai Islam atau nasionalis, ini adalah dua-duanya. Ini adalah partai Islam dan nasionalis, asasnya adalah Pancasila," kata Anis Matta, Minggu (10/11). (fdn/fdn)