Isu Teror Jelang Tahun Baru Hantui Warga Ambon
Selasa, 15 Nov 2005 05:17 WIB
Ambon - Masyarakat kota Ambon belakangan ini dihantui isu teror dan kerusuhan pasca Lebaran dan Tahun Baru. Kepolisian pun segera melakukan sweeping, terutama pada setiap kendaraan maupun warga yang tidak mempunyai identitas diri."Saat ini memang kita lagi giat gelar sweeping. Apalagi ada isu bahwa pasca lebaran tindak kekerasan akan terjadi," kata Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Leonidas Braksan kepada detikcom, Selasa (15/11/2005). Merebaknya isu kekerasan di Kota Ambon saat ini terdengar santer hingga ke masyarakat. Makanya sejak dini polisi melakukan antisipasi. "Jangan sampai lengah. Ini informasi yang kami dapat dari intelijen kami. Katanya akan ada aksi terorisme pasca Idul Fitri hingga menjelang Tahun Baru mendatang," ujarnya.Aksi sweeping yang dilakukan pihaknya, intens digelar pada malam hari. Sebab pada malam hari memang tergolong sangat rawan. "Makanya kita giat melakukannya di malam hari," kata dia.Selain mengantisipasi aksi teror itu, pihak kepolisian juga tengah melakukan pengawasan intensif terhadap isu masuknya kembali teroris Umar Al-Faruq. "Peningkatan aksi sweeping juga terkait dengan informasi larinya pentolan Al-Qaeda Omar Al-Farouq dari penjara militer USA di Bagram, Afghanistan. "Apalagi, dulunya Al-Farouq dan Dr Azahari tahun 2001-2003 pernah di Ambon. Kemungkinan mereka masih punya pengikut yang dapat melaksanakan aksi balas dendam," ujar Braksan.Intensitas sweeping dan pengamanan ekstra ketat juga dilakukan pihak Pangkalan Udara Pattimura Ambon. Pantauan detikcom di Bandara Internasional Pattimura, sejumlah pintu masuk Bandara dijaga ketat, dua hingga tiga personil Paskhas TNI AU.
(mar/)











































