Anthrax Serang Makassar, Pemkot Kekurangan Vaksin
Selasa, 15 Nov 2005 01:05 WIB
Makassar - Kematian tiba-tiba sejumlah Sapi di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, yang disebabkan oleh virus Anthrax, membuat Pemkot Makassar pusing tujuh keliling. Pasalnya, jumlah vaksin yang dimiliki tidak sebanding dengan jumlah hewan yang ada.Hal ini diungkapkan oleh Kasim Wahab, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar, ketika ditemui wartawan di ruang kantornya, Balaikota Makassar, Jl Balai Kota, Makassar, Senin (14/11/2005)Jika kalau jumlah vaksin yang dimiliki oleh pemerintah kota hanya berjumlah 174, sementara jumlah sapi dan kerbau yang harus divaksin di sejumlah peternakan di kelurahan Tamangapa berjumlah 800 ekor.Hinggak kini, dinas kesehatan dan dinas peternakan Makassar mengisolir ternak yang ada di kelurahan ini. "Agar tidak berinteraksi dengan sapi yang berada di kawasan lain," ujar Kasim.Wahab juga menganjurkan agar peternak yang ingin memotong hewannya agar dibawa ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH), agar lebih aman. "Kalau di RPH kan penjagaannya ketat dan lebih steril," tuturnya. Bukan hanya vaksin saja yang kurang, namn tenaga medis yang menangani kesehatan hewan ternak ini kurang. "Tenaga medis yang kita punyai memang sangat memadai," ujar Kasmim. Kendati demikian, Kasmim tidak menyebutkan jumlah pasti tenaga medis yang tersedia saat ini.
(mar/)











































