Arbi: Rombakan Kabinet Tak Banyak, SBY Tak Mau Ambil Risiko
Senin, 14 Nov 2005 22:38 WIB
Bandung - Isu pergantian di tubuh Kabinet Bersatu pasangan SBY JK terus menguat. Namun diperkirakan pergantian pejabat tingkat menteri itu tidak akan berlangsung besar-besaran. Soalnya Presiden SBY tak mau ambil risiko."Di sana Golkar masih kuat. Tapi mereka tidak punya keringat dan tidak sama sekali berjuang. Usulan minta jatah kursi menteri banyak itu ambisius. Secara moral tidak pantas," ungkap Pengamat Politik Arbi Sanit, saat ditemui di sela-sela acara seminar di Universitas Parahyangan, Jalan Ciumbeleuit,Bandung, Senin (14/11/2005)."Tapi permintaan Golkar itu tidak akan tercapai. Presiden juga tidak mau ambil risiko. Paling yang akan dia rombak bagian pinggiran saja. Intinya masih tetap saja," ungkapnya.Saat ini menurutnya perselisihan kepentingan politik pada tubuh Kabinet Bersatu pasangan SBY-JK ini sangat kental. Tak jarang, menurutnya, dalam beberapa kasus terakhir melibatkan isu kepentingan pribadi.Ia menduga tak sedikit dari kalangan menteri Kabinet Bersatu yang juga terlibat mencampuradukan kepentingan bisnis pribadi dengan proyek-proyek pembangunan negara.Dalam analisisnya saat ini popularitas SBY juga semakin menurun. Terlebih dalam beberapa kebijakan terakhir ini yang dikeluarkannya. Seperti kebijakan persoalan menaikkan harga BBM dan pencabutan subsidi BBM."Sekarang isunya bukan di publik. Tapi di intern mereka kepresidenan. Kalau pun jadi di rombak, kinerja kabinet ya tetap saja begini terus," ungkapnya.
(mar/)











































