Prabowo Bicara Pertahanan Rakyat Semesta, Adakah Potensi Perang?

Prabowo Bicara Pertahanan Rakyat Semesta, Adakah Potensi Perang?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 06:05 WIB
Foto: Prabowo Subianto (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Foto: Prabowo Subianto (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta - Perdamaian adalah dambaan manusia, namun potensi peperangan sering dibicarakan. Terbaru, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bicara kemungkinan penerapan pertahanan rakyat semesta bila Indonesia terlibat perang. Apakah ada potensi terjadinya pertempuran dalam waktu dekat?

"Kemungkinan perang dengan negara lain tidak ada. Nggak akan pernah ada lagi perang dengan pengerahan kekuatan rakyat seperti itu," kata pengamat militer dan strategi dari Propatria Institute, Kusnanto Anggoro, saat berbincang, Selasa (12/11/2019).



Kusnanto yang pernah menjadi salah satu panelis dalam Debat Capres 2019 ini mengatakan perang dengan pengerahan kekuatan fisik orang banyak tak mungkin terjadi dalam waktu dekat, karena saat ini yang diunggulkan oleh kekuatan dunia adalah teknologi maju. Perang teknologi menggunakan penargetan selektif. Bila teknologi vital suatu negara dikuasai, maka negara itu bisa lumpuh.

"Jadi bukan dengan pendudukan langsung pasukan asing di Indonesia," ujar dosen FISIP Universitas Indonesia dan Universitas Pertahanan ini.



Lalu bagaimana dengan invasi Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah yang terjadi selepas tahun 2000? Bukankah itu juga berwujud pengerahan pasukan ke negara satu ke negara lainnya? Kusnanto menjelaskan itu terjadi karena ada isu pendahuluan berupa kepemilikan senjata pemusnah massal dan operasi antiteror.

"Itu tidak akan terjadi di Indonesia, karena kita tidak mengembangkan senjata nuklir. Dalam 20 tahun ke depan tak akan terjadi serangan AS ke Indonesia. Pasti tidak," ujar Kusnanto, yakin.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3