Cerita Bentrok Warga Pinrang-Penambang yang Bikin Kapolsek Bersimpuh

Cerita Bentrok Warga Pinrang-Penambang yang Bikin Kapolsek Bersimpuh

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 22:09 WIB
Foto: Tangkapan layar video Kapolsek Cempa Pinrang Sulsel bersimpuh/ISTIMEWA
Foto: Tangkapan layar video Kapolsek Cempa Pinrang Sulsel bersimpuh/ISTIMEWA
Jakarta -

Kapolsek Cempa, Pinrang, Sulsel, Iptu Akbar Andi Malloroang bersimpuh memohon agar warga tidak menganiaya penambang jadi viral di media sosial. Kapolsek ini duduk bersimpuh dekat penambang yang sudah tersungkur di tanah.

"Kenapa saya langsung terduduk, karena masyarakat sudah dalam keadaan marah sekali. Sudah nggak bisa dibendung emosinya. Tangan saya langsung bermohon, saya katakan bahwa 'Sudah Pak, ini orang sudah jatuh, sudah Pak, sudah'. Setelah itu ada beberapa dari masyarakat tersadar, makanya mereka langsung mengatakan juga 'sudah, sudah, sudah'," kata Kapolsek Cempa Iptu Akbar saat dihubungi detikcom, Senin (11/11/2019).

"Itu yang videoin saya kurang tahu karena anggota kami di sana lagi amankan (warga) yang lain saat kejadian. Mungkin warga (yang merekam)," sambung Akbar.

Iptu Akbar menceritakan kejadian yang terekam dalam video itu adalah bentrokan antar masyarakat Desa Salipolo, Cempa, Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan penambang pasir pada pekan lalu. Warga menolak adanya aktivitas penambangan di wilayah desa mereka.

"Bapak Kapolres telepon kami, telepon ke polsek, saya diperintahkan 'Pak Kapolsek tolong turun ke lapangan, ada informasi ada pergerakan masyarakat Desa Salipolo akan turun ke lokasi tambang untuk melakukan penghentian terhadap tambang yang ada di situ'," ujar Akbar.

"Memang waktu itu Pak Kapolres tidak bisa turun ke lapangan karena sedang mendampingi tim dari Polda (Sulawesi Selatan) untuk pembuatan SPN (Sekolah Polisi Negara) di Pinrang," imbuh dia.



Akbar mengatakan dirinya dan 3 anggotanya menghampiri lokasi tambang. Satu anggota intel Polsek Cempa ditugaskan mengawasi pergerakan warga.

"Setelah kami sampai di lokasi tambang, bertemu penjaga tambang, saya sampaikan 'Kalau bisa kita keluar dari area tambang sini.' Setelah kami sampaikan, kami malah dimarah-marahi, 'Kalau memang mereka (masyarakat desa) mau datang, silakan datang ke sini, kita baku bunuh'," sambung Akbar.

Beberapa saat kemudian datang 250 warga desa ke lokasi tambang sambil membawa senjata tajam dan bambu runcing. Akbar lalu meminta bantuan pasukan dari Polres Pinrang, sambil mencegah warga memasuki lokasi tambang.

"Kami sampaikan, 'Tak usahlah kita ke tambang. Biar saya yang hubungi ke tambang supaya tak usah lakukan aktivitas'. Kami tidak dihiraukan, malah masyarakat merangsek masuk, maju sampai ke tempat eskavator, di sana mereka melakukan aksi anarkis mau melakukan pembakaran," tutur Akbar.


Akbar menerangkan ketika dirinya sedang berupaya negosiasi dengan warga untuk tak bertindak anarkis, terjadi bentrokan di mana kedua kelompok saling menyerang. Pihak tambang merasa ekskavator mereka terancam akan dibakar.

"Pihak dari tambang ini beranggapan mereka punya eksavator dirusak, makanya mereka maju ke depan bawa parang. Sekitar 5 meter dari ekksavator, mereka berhadapan saling mengayunkan parangnya. Pada saat itu saya melihat kondisi, saya sedikit ke samping, pada saat ada celah saya masuk (di antara warga dan penambang), karena saya lihat ada dari penambang sudah jatuh karena matanya dilempari pasir, setelah itu mereka (penambang) tumbang," terang Akbar.

Akbar yang khawatir penambang jadi bulan-bulanan warga desa, langsung bersimpuh di sebelah tubuh penambang dan memohon agar warga tak melakukan pengeroyokan. Warga yang melihat Akbar memohon akhirnya luluh

"Di situ dalam hati saya 'Alhamdulillah mereka mundur'. Penambang bawa parang panjang, sedangkan dari masyarakat banyak bawa bambu runcing panjang, mereka gunakan bambu runcing sambil melempar pasir (ke arah penambang). Pada saat kena pasir, banyak penambang jatuh. Ada dua korban sebenarnya," jelas Akbar.

"Yang (dalam video) viral itu korban kedua. Korban pertama, pada saat mereka saling serang, saya sempat ke korban pertama karena sudah jatuh. Setelah saya kuasai, saya peluk, saya suruh lari saat masyarakat sudah beralih ke korban kedua. Namun dia lari ke arah semak belukar. Setelah dia lari ke semak belukar, saya datangi korban kedua yang viral itu," kata Akbar.




Selanjutnya
Halaman
1 2 3