detikNews
Senin 11 November 2019, 19:56 WIB

Transmedia Siap Laksanakan Siaran Simulcast di 12 Provinsi Indonesia

Farih Maulana Sidik - detikNews
Transmedia Siap Laksanakan Siaran Simulcast di 12 Provinsi Indonesia Komisaris Transmedia Ishadi SK. (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Transmedia siap melaksanakan penyiaran televisi secara simulcast. Komisaris Transmedia Ishadi SK menyebut siaran dengan penyajian analog dan digital secara bersamaan ini memang sudah seharusnya segera dijalankan.

"Dari Transmedia, kami berpikir memang sudah seharusnya melakukan langkah-langkah seperti ini. Karena 6 tahun lalu sudah ada gerakan peralihan dari analog ke digital, bahkan kami sudah komit untuk menyiapkan peralatan," ujar Ishadi di Grand Mercure Kemayoran, Jl Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Transmedia pada Agustus 2019 mendapatkan izin penyelenggara multiplekser untuk wilayah Batam Nunukan. Pada September, Transmedia kembali mendapat izin sebagai penyelenggara multiplekser di 12 provinsi yakni Nangro Aceh Darusalam (NAD), Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

"Karena kami sudah mengikuti paket digital switch off untuk daerah perbatasan kami kemudian sudah mendapat hak pada bulan September 2019 lalu mendapat izin sebagai penyelenggara di 12 provinsi," katanya.



Ishadi memandang saat ini sudah ada perubahan yang signifikan di dunia penyiaran. Menurutnya, perubahan signifikan itu sudah diawali oleh Internasional Televisi Union (ITU) pada tahun 2006.

"Berarti sudah seharusnya kita memikirkan istilahnya Analog Switch Off (ASO) dari analog ke digital. Ini menjadi penting karena ITU sudah menetapkan analog switch off untuk anggotanya paling lambat 17 juni 2020," katanya.

Ishadi mendorong pemerintah Indonesia untuk segera melakukan pembahasan akan rancangan undang-undang penyiaran yang baru. Menurutnya, undang-undang yang telah digunakan selama 17 tahun itu perlu dibahas juga oleh seluruh unsur perusahaan media.

"Menjadi penting apabila unsur-unsur media khususnya televisi mulai membahas dan memberdayakan ini, seyogyanya melalui asosiasi TV betapa strategisnya untuk segera membahas undang-undang penyiaran yang baru," katanya.

Ishadi menyebut apabila Indonesia terlambat menyelesaikan masalah RUU penyiaran yang baru, maka Indonesia akan tertinggal. Menurutnya, di Asia Tenggara hanya Indonesia dan Timor Leste yang belum memiliki kepastian.

"Jadi sangat penting kita mengambil prakarsa menyampaikan gagasan ini karena Indonesia secara keseluruhan menghadapi situasi yang sangat kritikal dalam hal switch off dari analog ke digital," katanya.

Selain Transmedia, Metro TV juga menyatakan siap dalam pelaksanaan penyiaran televisi secara simulcast. Direktur pemberitaan Metro TV, Don Bosco Selamun mengatakan persiapan peralihan sudah dimulai 10 tahun lalu.

"Pemerintah ingin melanjutkan upaya memulai siaran uji coba. Dan itu dipercayakan pada Transmedia dan Metro TV. Dan pada waktu itu, skala uji coba nya berhasil dilakukan," kata Don Bosco.

Menurutnya, pemberlakuan simulcast maupun penyiaran tv digital secara penuh di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Saat ini keduabelah pihak tinggal menunggu rancangan undang-undang penyiaran baru.

"Maka ini waktu yang tepat untuk mengukuhkan komitmen menjalankan tv digital. Baik Metro TV ataupun Transmedia punya komitmen, dan sudah melewati proses investasi infrastruktur guna menjalankan tv digital ini," pungkasnya.


Simak juga video "Ini Alasan Mengapa Anak-anak Perlu Diajarkan Robotik" :

[Gambas:Video 20detik]


(fas/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com