Trantib dan PKL Nyaris Bentrok, Pertokoan Glodok Sempat Tutup
Senin, 14 Nov 2005 19:38 WIB
Jakarta -
Aparat Trantib DKI Jakarta nyaris bentrok dengan pedagang kaki lima (PKL) di pusat pertokoan Glodok. Peristiwa ini membuat pedagang di pertokoan Glodok khawatir. Mereka pun buru-buru menutup tokonya.Usut punya usut, ternyata peristiwa nyaris bentrok ini disebabkan hanya karena salah paham. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (14/11/2005) di Jalan Pancoran Glodok. Menurut Sarno, seorang pedagang rokok di Glodok, peristiwa itu bermula ketika pada pukul 15.00 WIB seorang pedagang pakaian dalam yang kira-kira berumur 20 tahunan menggelar dagangannya di Gedung Pertokoan Chandra. Sepanjang jalan gedung ini memang telah dibersihkan dari PKL sejak 3 November lalu.Pedagang itu, kemudian didatangi aparat Trantib yang meminta agar barang dagangannya dipindahkan. Namun permintaan dari aparat Trantib ini ditanggapi secara emosional. Maka terjadi lah adu mulut diantara keduanya.Ternyata cekcok antara aparat Trantib dan pedagang memancing PKL lainnya. PKL lainnya pun berdatangan, begitu juga dengan aparat Trantib lainnya. Tak lama berselang polisi juga datang sehingga membuat situasi menjadi tegang.Tak mau ambil risiko, toko-toko di sekitarnya memilih tutup. Pedagang yang sempat terlibat adu mulut ini kemudian dibawa oleh aparat."Tapi tak lama kemudian dia dilepaskan. Mereka berdamai dan pedagang itu membereskan dagangannya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu," kata Sarno. Tapi Sarno memperkirakan pedagang itu bakal balik kembali untuk berdagang.Aparat Trantib dan Polisi Pamong Praja yang berjaga di sepanjang jalan Pancoran, Glodok menolak memberikan keterangan apa pun soal peristiwa ini. "Gak ada apa-apa kok hari ini. Hanya penjagaan rutin," kata Lamsar, anggota Polisi Pamong Praja. Hingga kini aparat Trantib dan polisi masih berjaga-jaga. Sementara di sepanjang jalan pancoran tepatnya di dekat taman masih ditutupi kawat berduri dan seng.
(mar/)










































