Yenny Gus Dur Tolak Jadi Menteri
Senin, 14 Nov 2005 19:08 WIB
Jakarta - Beredar kuat, Zannuba Arifah Chafsoh, yang sering disapa Yenny, akan menggantikan Saifullah Yusuf sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal. Namun, putri Gus Dur itu menolak bila Presiden SBY memintanya menjadi menteri. "Saya tidak bersedia," ujar Yenny saat dihubungi detikcom melalui saluran telepon, Senin (14/11/2005). Saat itu, Yenny dimintai komentarnya mengenai isu bahwa dirinya akan diplot SBY sebagai menteri menggantikan Saifullah Yusuf. Secara kompetensi dan latar belakang, Yenny mengaku dirinya memenuhi syarat untuk menjadi menteri. "Namun saya masih menganut budaya timur dan saya masih muda. Tidak etis kemudian jika saya maju menjadi menteri," ujar perempuan 31 tahun yang masih melajang ini. Ketika ditanya tentang maksud nilai ketimuran yang masih dipegangnya, Yenny tidak menjelaskan lebih jauh. Namun, dia menolak bila ketidaksediaannya menjadi menteri itu karena dia putri mantan presiden dan akan membuat imejnya jadi buruk. "Dengan latar belakang dan jaringan yang saya miliki baik di dalam maupun luar negeri yang cukup baik, saya pikir cukup untuk mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Saya tidak takut dengan tuduhan semacam itu", tambahnya.Mengenai keberadaan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf, PKB tetap memandang mereka sebagai kader dan tidak bertanggung jawab atas keduanya. "Dalam konteks pekerjaan mereka di kabinet, kami serahkan kepada Presiden, apakah mereka sudah sesuai amanat, yaitu secara objektif sudah sesuai dan menjalankan kewajibannya untuk membela kepentingan rakyat. PKB tidak bertanggung jawab atas mereka," tuturnya.Yenny sendiri berharap agar kabinet selanjutnya bisa memenuhi harapan rakyat, bisa menghadirkan kebijakan yang jitu yang bisa menyelesaikan krisis, sehingga bangsa ini tidak tercerai berai.
(asy/)











































