Warga Protes Pagar Perumahan di PIK Dibongkar, Ini Penjelasan Camat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 15:37 WIB
Jalan Pantai Indah Timur yang sudah tidak lagi ditutup pagar (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jalan Pantai Indah Timur yang sudah tidak lagi ditutup pagar (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Satpol PP membongkar pagar yang menutup Jalan Pantai Indah Timur, Jakarta Utara. Namun pembongkaran itu menuai protes warga perumahan sekitar.

Warga yang memprotes merupakan penghuni Cluster Pinisi Permai di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Seorang bernama Agus Widjaja mengaku sebagai kuasa dari warga tersebut menyebut pihak Satpol PP tidak memberi penjelasan atas pembongkaran pagar itu. Menurut Agus, Satpol PP turut mencabut spanduk yang dipasang warga sebagai bentuk protes atas pembongkaran pagar.
Warga Protes Pagar Perumahan di PIK Dibongkar, Ini Penjelasan CamatSalah satu bagian dari gerbang yang dibongkar (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)


"Karena selain membongkar, mereka juga membawa pergi seng tersebut. Mohammad Andri selain tidak dapat menunjukkan surat apapun juga tidak menjelaskan kepada warga kenapa (pagar) itu dibongkar," ucap Agus melalui pesan singkat, Senin (11/11/2019).

Mohammad Andri yang disebut Agus merupakan Camat Penjaringan yang memberikan perintah pada Satpol PP membongkar pagar tersebut. Secara terpisah, Andri mengatakan bila jalan yang ditutup pagar tersebut merupakan lahan milik Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta.
"Iya lahan jalan itu milik Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan Perda (Nomor) 8 Tahun 2007, dilarang membuat gerbang (di lahan milik Pemprov)," kata Andri saat dimintai konfirmasi.

Lantas apa alasan pagar itu dibongkar?



Jalan Pantai Indah Timur tersebut menghubungkan Jalan Pantai Indah Utara VII dengan Jalan Mandara Permai VII. Menurut Andri, akses jalan itu bisa digunakan sebagai alternatif bagi warga bilamana jalur dari arah Kawasan Ekowisata Mangrove PIK menuju ke Rumah Sakit PIK padat.

"Karena beban lalu lintas kawasan PIK semakin meningkat, jadi perlu jalan alternatif untuk dapat mengurainya. Artinya jalan itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Dibuka bebas," kata Andri.

Lokasi pagar yang dibongkar itu persis setelah kantor Telkom PIK. Akses tersebut mengarah ke perumahan warga yang melayangkan protes tersebut.
Warga Protes Pagar Perumahan di PIK Dibongkar, Ini Penjelasan CamatPara petugas membongkar bagian dari gerbang yang menutup jalan (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)


Andri mengaku memahami protes warga. Namun menurutnya tidak semua warga keberatan dengan pembongkaran pagar tersebut.

"Itu hanya sebagian kecil warga saja yang merasa kenyamanannya terganggu. Sebagian besar bisa menerima. Padahal dulu jalan itu juga tidak di-gerbang," sebut Andri.

Dari pantauan detikcom, tampak sejumlah petugas Satpol PP berada di lokasi tersebut. Tampak pula sejumlah orang membongkar gerbang besi dengan alat pengelasan. Kini Jalan Pantai Indah Timur itu sudah tidak tertutup dengan pagar.


(dhn/tor)