Puan Maharani soal Isu Rencana Jokowi Tambah Wamen: Tak Efisien

Zunita Putri - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 14:16 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Ketua DPR Puan Maharani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut berencana menambahkan wakil menteri yang berjumlah 6 kursi. Ketua DPR Puan Maharani bicara mengenai efisien atau tidak jika kursi wamen ditambah lagi menjadi 6.

"Jadi kalau kita bicara efisiensi ya tentu saja itu nggak sesuai. Tapi, kalau kita bicara ini prerogatif presiden, ya ini prerogatif presiden. Jadi kita tunggu saja, apa iya sih nambah lagi 6," ujar Puan di kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).




Menurut Puan, jika benar Jokowi menambahkan wamen 6 kursi lagi, itu karena Jokowi mempunyai pertimbangan yang matang. Namun, dia menilai jika penambahan itu terjadi, pekerjaan menteri Kabinet Indonesia Maju kemungkinan tidak efisien.

"Pasti presiden punya alasan dan pertimbangan kinerja untuk kementerian, karena itu nantinya bisa berjalan lebih efektif dan baik. Tentu saja penambahan ini nggak efisien, makanya saya menyampaikannya efektif dan baik. Jadi, ya kita lihat, karena saya belum dengar dan dengarnya dari media, dan itu merupakan prerogatif presiden," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berbicara kemungkinan Jokowi menambah enam wakil menteri lagi di Kabinet Indonesia Maju. Namun Moeldoko belum menyebut menteri apa saja yang bakal punya wakil.

"Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi saya belum saya pastikan," kata Moeldoko di Rapimnas HKTI di Discovery Ancol Hotel, Jalan Lodan Timur, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman belum mengetahui jumlah wakil menteri yang akan ditambah Presiden Jokowi. Namun dia mengatakan, seandainya ada penambahan wamen, itu untuk penajaman prioritas.




"Wakil menteri itu untuk tugas khusus, seperti Pak Surya Tjandra Wamen Agraria, yang khusus menangani konflik agraria. Kemudian Wamen BUMN menangani pembiayaan, Wamen Pertahanan untuk industrialisasi pertahanan. Jadi ada kekhususan dan prioritas tugas," ujar Fadjroel, saat dihubungi, Sabtu (9/11).

Presiden Jokowi juga sudah angkat bicara perihal isu penambahan wamen ini. Jokowi menyebut rencana penambahan itu belum ada.

"Belum," kata Jokowi singkat di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

Jokowi juga menjawab 'belum' saat disinggung perpres soal pos wamen di sejumlah kementerian.




Jokowi Mau Tambah Wakil Menteri, Puan: Nggak Efisien!:

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)