Omongannya Ngacau, Nur Kosim akan Diperiksa Jiwanya
Senin, 14 Nov 2005 18:11 WIB
Madiun -
Nur Kosim, pria yang mengaku pernah menjadi anak buah Azahari di Jawa Timur sakit jiwa? Bisa jadi. Omongannya sering ngacau. Untuk memastikannya, polisi akan memeriksa kesehatan jiwanya. Rencana polisi untuk memeriksa kesehatan jiwa Nur Kosim disampaikan Kapolwil Madiun Kombes (Pol) Ondang Sutarsa, Senin (14/11/2005). Nur Kosim diperiksa kesehatannya, karena keterangannya tentang adanya timbunan bahan bom milik Azahari, ternyata nihil. Polisi telah mengobrak-obrak tempat-tempat yang disampaikan Nur Kosim, namun hasilnya kosong. Siapakah Nur Kosim sebenarnya? Tampaknya pria yang sejak April lalu menghuni Lapas Madiun dalam kasus penggelapan sepeda motor di berbagai daerah tersebut bisa dipastikan bukanlah anggota Azahari. Bahkan, sejumlah warga yang mengenalnya mengaku sulit mempercayai setiap omongan Nur Kosim. Kosim mengaku pernah ikut dan tinggal bersama keluarga Sumadi di dusun Candimulyo, Glonggong, Dolopo, Madiun selama kurang lebih setahun. Sumadi kini menjadi salah seorang anggota DPRD di Kabupaten Madiun. Kosim membantu pekerjaan istri Sumadi dalam mengelola sebuah perusahaan jasa TKI (PJTKI).Sejumlah warga di wilayah Candimulyo yang mengenal Kosim sejak awal sangat meragukan semua pengakuannya. Sebab sejak dulu dia dikenal sulit dipercaya. Bahkan kepada warga sekitar, dia juga sering mengaku keberadaannya di kampung itu menumpang di rumah saudara karena dia adalah adik kandung Sumadi.Bahkan akhir-akhir ini selama di Lapas dia kembali membuat membuat pengakuan cukup menarik. Dia mengaku pernah menjadi Satgas Partai Golkar dan bertugas mengawal salah seorang anggota DPRD Kabupaten Madiun pada Pemilu legislatif 2004 lalu.Istri Sumadi membantah pengakuan Kosim. "Dia bukan saudara kami. Dia memang pernah ikut kami sekitar satu tahun karena waktu dia mengantar seseorang untuk didaftarkan jadi TKI ke sini. Tapi selama setahun itu dia tidak pernah tidur di rumah kami," papar Ny Sumadi."Sebelum kampanye Pemilu Legislatif tahun 2004, dia sudah tidak ikut kami lagi. Saya juga tidak yakin dia pernah jadi satgas dan pengawal caleg seperti yang diceritakannya," lanjutnya.Kosim telah berhasil mengecoh polisi dengan pengakuannya. Ada satu lagi pengakuannya yang tidak kalah mencengangkan. Sederet kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukannya di Trenggalek, Madiun dan Ngawi itu uangnya digunakan untuk membiayai aksi pengemboman di sejumlah tempat di Jawa Timur. Apa polisi percaya?
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































