PPP Belum Siapkan Kader Bila SBY Reshuffle Kabinet
Senin, 14 Nov 2005 18:01 WIB
Jakarta - Dua orang menteri asal PPP diisukan terancam di-reshuffle. Namun sampai saat ini, Pengurus Harian Pusat Partai Persatuan pembangunan (PHP PPP) belum menentukan nama-nama baru sebagai calon penggantinya."Kita masih akan membahas secara intens soal menteri-menteri dari PPP. Kami tidak ajukan nama karena itu hak prerogatif presiden," ujar Ketua PHP PPP Hasrul Azwar pada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (14/11/2005).Hasrul Azwar mengakui partainya pernah membahas mengenai dua orang kadernya di kabinet SBY-JK. Dalam pembahasan di internal partai, lanjut Azwar, dua menteri asal PPP, yakni Meneg BUMN Sugiharto dan Meneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali kurang memberikan kontribusi kepada partai."Seharusnya ada take and give antara keduanya dengan partai. Tapi komunikasi selama ini sangat kurang, baru sebatas personal dan keberadaan keduanya akan dievaluasi", ujarnya.PPP menilai bahwa perombakan dalam tubuh Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) sepenuhnya merupakan hak prerogatif dari Presiden SBY. PPP tidak akan turut campur dalam menentukan nama-nama yang harus diganti. Namun yang terpenting jika ada pergantian, sebaiknya menteri-menteri tersebut dipilih berdasarkan profesionalismenya serta menyadari tugas dan menjalankannya."Soal perombakan kabinet itu hak prerogatif presiden untuk menentukan siapa-siapa saja pembantunya. Sudah ada fatsoen politiknya. Kami tidak akan turut campur. Sama halnya kami juga tidak ingin dicampuri soal kebijakan internal kami," kata Hasrul.Sementara untuk Mensos Bachtiar Chamsyah, Hasrul menilai keberadaannya di kabinet di luar tanggung jawab partai, karena posisinya sebagai menteri tidak diajukan oleh partai. "Hubungan kami dengan Pak Bachtiar sebatas hubungan persaudaraan saja, karena beliau pernah duduk di jajaran pengurus DPP PPP," imbuhnya.
(jon/)











































