detikNews
Senin 11 November 2019, 12:17 WIB

Karhutla Masih Mengancam, Status Tanggap Darurat di Sumsel Diperpanjang

Raja Adil Siregar - detikNews
Karhutla Masih Mengancam, Status Tanggap Darurat di Sumsel Diperpanjang Ilustrasi kabut Asap di Palembang, Sumsel. (Foto: Antara Foto/Nova Wahyudi)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Sumatera Selatan. Masa status tanggap darurat karhutla yang berakhir pada Minggu (10/11) sudah diperpanjang.

Perpanjangan masa status tanggap darurat itu berdasarkan ketetapan Gubernur Sumsel Herman Deru. Herman Deru menetapkan masa status darurat diperpanjang hingga akhir November.

"Hasil rapat Satgas Karhutla hari Jumat (8/11) status tanggap karhutla itu telah diperpanjang. Salah satunya karena ada beberapa daerah di Sumsel yang rawan," terang Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori saat dimintai konfirmasi, Senin (11/11/2019).




Menurut Ansori, dengan perpanjangan masa status tanggap darurat karhutla, seluruh satgas, baik darat maupun udara, tetap siaga. Namun khusus di wilayah rawan, seperti Ogan Komering Ilir, personel pemadam ditambah.

"Ada daerah yang masih rawan sampai saat ini, terutama di OKI. Khusus di OKI kemarin sudah ada penebalan personel gabungan, baik TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, dan BPBD," katanya.

Untuk personel sendiri, semua disebar di 20 desa rawan di OKI, seperti Tanjung Lubuk, Kayuagung, Padamaran, Cengal, Karansia, Sungai Jeruju, Kedondong, dan beberapa desa lain.

Tidak hanya personel, alat pemadam kebakaran juga disiagakan di seluruh desa yang terjadi karhutla. Sebab, lahan-lahan terbakar di OKI mayoritas berada di lahan gambut tebal.




Selain OKI, dua daerah lain yang masih rawan terjadi karhutla adalah Ogan Ilir dan Panukal Abab Lematang Ilir (Pali). Kedua daerah ini rawan karhutla tapi masih dapat dikendalikan.

"Daerah lain terus dipantau, tapi sejauh ini masih aman. Ada kemarin di Musi Banyuasin lahan gambut terbakar, tapi sudah padam sekarang karena daerah itu sudah sering diguyur hujan, berbeda dengan OKI, Ogan Ilir, dan Pali yang saat ini masih jarang hujan," katanya.

Secara regional, BMKG Sumatera Selatan memprediksi seiring melemahnya badai tropis Nakri dan adanya pusat tekanan rendah Samudra Hindia mengakibatkan munculnya Borneo Vorteks, yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel. Hal ini menyebabkan potensi hujan pada 12-15 November 2019 di wilayah Sumsel.

Adapun kriteria hujan sedang-lebat di wilayah Lahat, Pali, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, Muba, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Empat Lawang, dan Pagar Alam.

"Sedangkan kriteria hujan ringan terjadi di wilayah OKU Timur, Ogan Ilir dan OKI," terang Kasi Data dan Informasi BMKG Sumsel Bambang Beni Setiadji kepada detikcom.





Simak juga video Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan:

[Gambas:Video 20detik]




(ras/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com