APBD 2020 Diketok, Surabaya Fokus Pendidikan hingga Piala Dunia 2021

APBD 2020 Diketok, Surabaya Fokus Pendidikan hingga Piala Dunia 2021

Yakob Arfin - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 10:57 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa
Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2020 senilai Rp 10,3 triliun resmi disahkan. Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono mengatakan angka ini merupakan terbesar untuk wilayah kabupaten/kota di Indonesia. Seluruh fraksi telah menerima RAPBD untuk ditetapkan menjadi Perda Kota Surabaya 2020.

Pria yang akrab disapa Awi ini berpendapat dengan APBD tersebut kemampuan Surabaya lebih besar dibanding kota lain, sehingga hasil pembangunan bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh warga.

Ia pun menilai jika pengesahan APBD menjadi sinyal positif bagi Kota Surabaya. Ia mengatakan dari sebelumnya APBD Pemkot Surabaya sebesar Rp 9,925 triliun, kini bisa digenjot di angka Rp 10,3 triliun.

"Saya pikir ini sinyal yang baik untuk Kota Surabaya," kata Awi dalam keterangan tertulis, Senin (11/11/2019).


Lebih lanjut Awi mengatakan sebagian besar anggaran akan diprioritaskan dalam bidang pendidikan yaitu sebesar 21 persen. Sedangkan bidang kesehatan menjadi prioritas kedua.

Awi merinci anggaran terbanyak untuk pendidikan sebesar 21 persen tersebut antara lain digunakan dalam urusan sarana dan pra sarana, infrastruktur, pendidikan gratis, dan kesejahteraan guru. Selanjutnya anggaran kesehatan sebesar 10 persen.

Sedangkan alokasi anggaran lain yaitu untuk persiapan piala dunia 2021 dengan total anggaran sekitar Rp 100 miliar. DPRD Kota Surabaya mendukung Surabaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dan siap memberikan keleluasaan anggaran serta dukungan moral kepada Pemkot Surabaya.

Memang, pembahasan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2020 dilaksanakan sejak rapat paripurna ke-1 hingga ke-4. Kendati ada beberapa penyesuaian anggaran, Awi berharap momen istimewa ini menjadi hadiah Kota Surabaya di Hari Pahlawan. Selanjutnya, hasil pembahasan dituangkan dalam badan anggaran DPRD Kota Surabaya.

Sementara itu pengesahan APBD yang dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya ini berlangsung unik. Awi mengatakan semua hadirin seperti pejabat Pemkot Surabaya, jajaran Forkompida, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pun mengenakan pakaian pejuang.

"Hari ini, semua anggota DPRD, Wali Kota Bu Risma dan semua yang hadir mengenakan pakaian pejuang. Sekaligus memperingati Hari Pahlawan," kata Awi.

Awi juga mengungkapkan bahwa forum rapat paripurna sesuai dengan peraturan tata tertib DPRD Kota Surabaya dan berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

Melalui rapat tersebut, Awi mempersilahkan pendapat akhir dari fraksi-fraksi dewan. Sebelumnya, pandangan umum fraksi telah dibacakan 31 Oktober 2019 lalu.

"Karena berdasarkan tatib boleh dilaksanakan pada hari libur atas instruksi Ketua DPRD Kota Surabaya," kata Awi.


Pengesahan APBD yang bertepatan dengan Hari Pahlawan ini memiliki nilai tersendiri. Melalui ketok palu tersebut, APBD Kota Surabaya berhasil memecahkan rekor dengan kekuatan anggaran Rp 10,3 triliun.

"Pengesahan APBD tepat di Hari Pahlawan ini menjadi hal monumental bagi Kota Surabaya," terangnya.

Rapat paripurna tersebut ditutup dengan penyerahan naskah pendapat akhir fraksi atas nota keuangan anggaran belanja antara Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony, pendapat badan anggaran DPRD Kota Surabaya, berikut penandatanganan berita acara persetujuan bersama tentang Raperda APBD Surabaya 2020.




Tonton juga video Geger Anggaran Lem Aibon Rp 82 M, Siapa Bermain APBD DKI?:

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)