detikNews
2019/11/11 08:34:59 WIB

MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Pakai Salam Semua Agama, PBNU Bicara Budaya

Haris Fadhil - detikNews
Halaman 1 dari 2
MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Pakai Salam Semua Agama, PBNU Bicara Budaya Foto: Helmy Faishal Zaini/Dok Istimewa
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur membuat surat imbauan agar para pejabat tak menggunakan salam pembuka semua agama. Merespons hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai salam pembuka semua agama kerap diucap para pejabat karena sudah menjadi budaya memperkuat persaudaraan.

"Tentang salam yang sering disampaikan oleh para pemimpin atau tokoh masyarakat seperti 'Assalamualaikum, shalom, om swastiastu, namo budaya' dan lain sebagainya dalam pandangan saya sudah menjadi budaya untuk memperkuat ukhuwah wathoniyyah atau persaudaraan kebangsaan," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Minggu (10/11/2019) malam.



Dia menilai para pejabat yang mengucapkan salam semua agama itu tidak bermaksud melecehkan ajaran agama tertentu. Helmy juga mengatakan para pejabat pasti memperhatikan tempat dirinya berbicara.

"Tentu salam yang dimaksud para pemimpin itu adalah dalam suatu pertemuan yang diyakini terdapat audien dari berbagai masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda. Adapun salam yang dikhususkan untuk forum-forum agama dengan audien yang khusus tentu yang dipakai adalah salam sesuai dengan agama masing-masing," ucapnya.



Helmy mengatakan memang ada sebagian kalangan yang menilai pengucapan salam agama lain oleh seorang muslim melanggar syariat. Namun, dia berharap perbedaan pendapat itu tidak saling diperdebatkan.

"Adapun bagi kalangan yang menganggap hal itu sebagai persoalan yang melanggar syariat dalam beragama, saya berharap kita hargai pendapat itu untuk kemudian tidak saling diperdebatkan, yang justru akan menimbulkan ketegangan," ujar Helmy.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com