Rumah Rusak Akibat Bom Azahari, ke Mana Minta Ganti Rugi?

Rumah Rusak Akibat Bom Azahari, ke Mana Minta Ganti Rugi?

- detikNews
Senin, 14 Nov 2005 17:10 WIB
Malang - Sedikitnya, ada lima buah rumah yang rusak akibat ledakan bom bunuh diri saat penyergapan polisi terhadap Dr. Azahari. Belum diketahui apakah pemilik rumah-rumah itu akan meminta ganti rugi. Kalau meminta ganti rugi, ke mana? Rumah yang dijadikan markas Azahari dan komplotannya beralamatkan di A1 nomor 7 Jl. Flamboyan, Perumahan Flamboyan Indah, Kota Batu. Rumah ini hancur total saat ledakan belasan bom yang diledakkan oleh Arman, asisten Azahari. Celakanya, tidak hanya rumah kontrakan Azahari saja yang rusak. Rumah yang berada di samping kiri, kanan, belakang dan depan kontrakan Azahari itu juga mengalami kerusakan. Namun, kerusakannya tidak terlalu parah. Dua rumah yang berada di samping kanan dan kiri kontrakan Azahari, yang mengalami kerusakan agak parah. Selain genting dan kaca pecah, dua rumah yang bernomor A1 nomor 6 dan A1 nomor 8 ini juga dindingnya retak. Hingga Senin (14/11/2005), dua rumah ini belum dihuni lagi. Kabarnya, pemiliknya mengungsi ke luar kota, ke rumah saudara. Sementara rumah yang berada di belakang kontrakan Azahari mengalami kerusakan di bagian atap. Rumah berlantai dua ini juga gentingnya pecah dan sejumlah kaca jendela berantakan. Salah seorang penjaga rumah ini, Toyo, mengaku hingga saat ini belum ada polisi atau pihak lain yang mendata tentang kerusakan rumahnya. "Saya bingung, kalau mau minta ganti rugi, ke siapa?" kata Toyo yang sudah menjaga rumah ini cukup lama saat ditemui detikcom, Senin (14/11/2005). Kerusakan juga dialami rumah yang berada di depan kontrakan Azahari. Namun, pemiliknya, Sohlah, tidak akan meminta ganti rugi. "Yang rusak hanya beberapa kaca pecah. Saya malah bersyukur, karena Azahari sudah tewas," ungkap Sohlah. Sementara itu, Kapolresta Batu AKBP Gamar Basri menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu perintah dari Mabes Polri untuk mendata rumah-rumah yang rusak akibat aksi penyergapan Rabu lalu. "Kita tidak ingin nantinya warga menjadi bingung harus meminta ganti rugi ke mana akibat rumahnya rusak. Tapi, saya berharap pemerintah nantinya bisa mengganti rumah atau merenovasi rumah yang rusak, supaya tidak ada komplain," kata dia. (asy/)


Berita Terkait