detikNews
Minggu 10 November 2019, 18:55 WIB

Sempat Ragukan PDIP, Gibran: Partai Kok Tua Banget

Dwi Andayani - detikNews
Sempat Ragukan PDIP, Gibran: Partai Kok Tua Banget Foto: Gibran hadiri talkshow PDIP (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, mengaku sempat ragu maju Pilwalkot Solo 2020 melalui PDIP. Alasannya karena dia melihat PDIP merupakan partai yang tua.

"Saya jujur aja pertama kali lihat PDIP, itu saya sempat ragu. Ini partai kok tua banget, saya sempat meragukan," ujar Gibran dalam talkshow yang diadakan Banteng Muda Indonesia (BMI) di Hotel Balairung, Jl Matraman, Jakarta, Minggu (10/11/2019).


Pemikiran itu berubah setelah Gibran mengunjungi kantor PDIP dan bertemu Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Dia lalu diperlihatkan sejumlah langkah PDIP di bidang digital dan teknologi informasi.

"Tapi ketika itu saya diajak Pak Hasto untuk berkunjung ke kantornya, saya ditunjukkan beberapa presentasi. Dia menunjukan tentang IoT, tentang TI, dan lain-lain," kata Gibran.

Dari situ, Gibran menilai PDIP memiliki visi dan misi untuk masa depan. Selain itu, dia juga memastikan bahwa PDIP bukan merupakan partai yang jadul.

"Saat itu saya langsung 'tek', ah partai ini punya masa depan. Partai ini ternyata nggak jadul-jadul banget. Partai ini sudah punya visi beberapa puluh tahun ke depan," ujar Gibran.

"Jadi di situ saya merasa justru partai yang punya visi misi untuk menampung anak muda itu ya PDIP. Itu alasannya," sambungnya.



Dalam persiapan Pilwalkot Solo 2020, Gibran pun mengaku telah mulai melakukan blusukan. Gibran mengatakan, tidak hanya dirinya yang mulai melakukan pendekatan pada masyarakat. Namun, timnya juga sudah bergerak ke masyarakat.

"Kita udah ke masyarakat udah blusukan juga," ujar Gibran.


Simak juga video "Bertemu PKS Diributkan, NasDem Iri dengan Pertemuan PDIP-Gerindra" :

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/imk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com